Nyali Thierry Gathuessi Tiba-tiba Menciut Setiap Kali Naik Pesawat

Arema FC sempat punya lini belakang kuat kelahiran Kamerun, Thierry Gathuessi. Tetapi kegarangannya tidak-tiba sirna setiap kali ia menaiki pesawat di Indonesia.

Pria berusia 38 tahun itu menjadi bagian Singo Edan musim 2013/2014 lalu. Sang pilar direkrut dari klub Sriwijaya FC waktu itu.

Ia dikenal sebagai palang pintu yang tidak hanya garang di atas lapangan, tapi pula versatile. Karena selain beroperasi di tengah, ia pula mampu dimainkan sebagai lini belakang kiri.

Tapi di balik kegarangannya, ada satu faktor yang membikin nyalinya ciut. Yaitu ketidak mengadakan perjalanan tandang dengan pesawat terbang.

Kalau terbang dalam cuaca tidak bagus dan pesawat beberapa kali terguncang, muka pria berpostur tinggi 180cm ini langsung berubah tegang dan mulutnya tidak mandek membaca doa. Sementara tangannya tampak memegang erat kedua sandaran kursi.

Pemandangan seperti itu telah biasa mampu bagi punggawa Arema. Mereka paham eks bek Persiram Raja Empat itu alasan sendiri kenapa amat khawatir dengan transportasi udara di Tanah Air.

Saat di Prancis, dia mengetahui informasi kalau banyak pesawat yang telah tua beroperasi di Indonesia. Ditambah lagi ada beberapa kecelakaan pesawat terbang terjadi ketika dia bermain di Tanah Air.

Informasi itu yang membikinnya merasa kurang tenang dengan penerbangan domestik di Indonesia. Berlainan ketika mantan pilar Raith Rovers ini pulang ke Pransic. Ia mampu duduk tenang seperti penumpang lainnya. “Kalau bisa, saat terbang, lebih baik saya tidur saja,” kata pemain yang pensiun pada 2017 ini.

Untungnya selama tujuh tahun berkarier di Indonesia, dia tidak sempat mengalami peristiwa dalam pesawat. Selama ini cuma guncangan-guncangan ketika terbang dalam cuaca buruk yang dialaminya.

Tapi itu sudah cukup membikin nyalinya ciut. Apalagi di ajang Indonesia, mayoritas away wajib memakai pesawat sehingga dia tidak memiliki alternatif lain.

“Saya tidak punya trauma (insiden pesawat). Tapi hanya khawatir saja kalau cuaca tidak bagus,” elaknya.

Sesungguhnya Thierry kerap dihibur oleh teman-temannya ketika merasa takut didalam pesawat. Beberapa di antaranya mengajaknya bercanda.

Saat muka Thierry Gathuessi mulai tegang lantaran pesawat bergoyang, kadang masih ada juga yang jajal membikin guyonan supaya sang pria tertawa. Tapi Thierry baru tertawa lepas saat pesawat sudah mendarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *