4 Bulan Tidak Latihan Bareng, Keadaan Fisik Pilar Arema FC Tidak Seragam

Arema FC baru menghelat latihan pertama untuk meladeni musim 2021 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (22/02/2021) sore WIB. Latihan yang dihelat tertutup ini cuma dihadiri 20 pilar, di mana keadaan fisiknya pun tidak seragam, akibat latihan mandiri yang selama ini dijalankan saat ajang vakum lantaran wabah virus Corona.

Mayoritas pilar yang muncul dalam latihan merupakan binaan akademi Singo Edan dan tiga putra daerah yang diproyeksikan untuk dikontrak. Ada sebanyak pilar yang masih absen lantaran alasan berlainan, termasuk lima amunisi yang sedang mengikuti TC Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021 di Jakarta.

Dalam latihan pertama ini, porsi latihan yang diberi kepada punggawa cukup membikin mereka wajib banyak istirahat dan mengambil air mineral. Asisten nahkoda Siswantoro yang baru digaet menggantikan Charis Yulianto memberi menu rekondisi amunisi. Para pilar klub asal Malang ini dibikin lebih banyak berlari daripada memainkan bola.

Pada penghujung latihan, asisten pelatih Singo Edan lainnya, Kuncoro, memberi small side games untuk mengembalikan ball feeling para pilar. Maklum, saat ini Arema belum menggaet juru racik kepala anyar usai Carlos Oliveira tidak diperpanjang masa kerjanya.

“Latihan kali ini untuk melihat seperti apa kondisi pemain. Saya pikir masih wajar jika kondisinya macam-macam, ada yang 40 persen, ada juga yang 60 persen. Satu yang penting, mereka tidak sampai drop kondisi fisiknya,” tegas Kuncoro.

Konsepnya, menu latihan yang diberi oleh skuat juru latih Singo Edan bakal bertahap. Bersamaan dengan berjalannya waktu, latihannya bakal semakin berat.

Kuncoro memaklumi kalau latihan pertama pernah membikin pilar mengeluarkan lebih banyak keringat.

“Terakhir mereka berlatih sudah 4 bulan yang lalu. Sekali lagi, masih wajar karena mereka harus beradaptasi lagi dengan latihan berasama tim,” ujarnya.

Ketika sesi small side game, skuat utama Singo Edan keteteran meladeni klub yang dihuni binaan akademi Arema. Secara fisik, amunisi belia lebih cepat memulihakn kondisinya.

Supaya punggawa tidak mengeluh dalam latihan pertama, Siswantoro dan Kuncoro beberapa kali mencairkan suasana. Mereka mengajak becanda para pilar senior ketika istirahat minum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *