Mengucapkan Salam Perpisahan, Guilherme Batata Memastikan Angkat Koper Dari PSS Sleman

PSS Sleman terlihatnya tidak mempertahankan muka-muka lama untuk legiun asingnya di musim 2021. Terbukti satu per satu pilar asing lama mereka tidak lagi bekerja sama dengan tim asal Sleman tersebut.

Usai penyerang asal Ukraina Yevhen Bokhasvili mengundurkan diri, sekarang giliran winger asal Brasil, Guilherme Felipe de Castro atau Batata. Sang pilar sudah menyampaikan salam perpisahan dengan Super Elang Jawa.

“Saatnya mengucapkan selamat tinggal. Hari ini saya menyampaikan bahwa saya bukan bagian dari tim, dengan tulus saya berterima kasih. Terima kasih PSS Sleman,” tulis Guilherme Batata dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (06/03/2021).

Gelandang berusia 28 tahun ini direkrut Super Elang Jawa pada awal musim 2019, atau saat untuk perdana kalinya PSS mentas ke Liga 1. Ia bisa mengemban tugas sebagai winger sentral pembagi bola dan pengatur irama permainan.

Sejatinya pemain asal Brasil itu merupakan kompatriot sejati bagi Yevhen Bokhasvili. Ia seperti pelayan setia sang bomber dengan kerap memberi assist bagi striker berusia 28 tahun itu. Bahkan beberapa waktu lalu mereka berdua mengikuti sebuah partai amal di Karanganyar, Jawa Tengah.

Sekarang keputusan punggawa berpostur tinggi 175cm ini sudah bulat, dengan berat hati ia wajib berpisah dengan Super Elang Jawa. Klub yang ia sebut amat berkesan baginya, baik itu teman-temannya di klub maupun dukungan besar dari pendukung.

“Saya berterima kasih kepada rekan satu tim dan seluruh elemen di PSS yang membantu saya. Tentunya terima kasih kepada seluruh fans, Slemania dan BCS yang telah membuat saya betah,” beber mantan pemain Atletico Paranaense.

Eks pemain Hamrun Spartans itu mengaku amat terkesan tampil di Liga Indonesia untuk Super Elang Jawa. Klub perdananya berkarier di Tanah Air, usai digaet dari tim India, Gokulam Kerala.

Khususnya sosok istimewa ia tujukan kepada Seto Nurdiyantoro, nahkodanya di Super Elang Jawa yang bareng melintas musim lebat di Shopee Liga 1 2019. Bareng sang juru racik, PSS berhasil finis di posisi delapan klasemen akhir, padahal Super Elang Jawa sebagai debutan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya secara khusus ingin berterima kasih kepada pelatih Seto Nurdiyantoro yang luar biasa. Karena telah mempercayai dan membukakan pintu untuk menunjukkan karya saya di Indonesia,” jelas eks anggota Timnas Brasil U-17 bersama Neymar tersebut.

Selain mantan amunisi Gokulam Kerala itu, belum lama ini Super Elang Jawa memberitahukan perpisahannya dengan winger Zah Rahan. Dengan begitu, sekarang PSS tinggal menyisakan satu orang legiun asing lamanya yaitu palang pintu Aaron Evans. Sang pilar masih berada di Australia dan berkesempatan tidak dipertahankan oleh tim besutan Dejan Antonic tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *