Piala Menpora 2021: Widodo Cahyono Putro Sanjung Gairah Juang Pilar Usai Mengimbangi Bali United

Persita Tangerang mengakhiri perjalanan di babak penyisihan Grup D Piala Menpora 2021 dengan hasil seri. Usai dipastikan angkat koper, Pendekar Cisadane menahan seri Bali United 1-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (02/04/2021).

Ini menjadi angka perdana yang didapat Persita selama menjalani tiga duel di fase grup. Sebelumnya, tim besutan Widodo Cahyono Putro itu selalu menelan kekalahan dari Persiraja Banda Aceh dan Persib Bandung dengan skor identik 1-3.

Meladeni Serdadu Tridatu yang di atas kertas diunggulkan, Pendekar Cisadane justru bermain lepas. Irsyad Maulana, Kevin Gomes, Al Achya, hingga Taufiq Febrianto bisa mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya.

Gawang Pendekar Cisadane lebih dulu dikejutkan oleh bomber tim asal Pulau Dewata ini, Ilija Spasojevic di babak pertama. Tetapi, Persita bisa bangkit di babak kedua, dengan lebih mendominasi permainan daripada musuhnya. Sampai akhirnya Taufiq Febrianto berhasil menyamai kedudukan sekaligus membikin partai berkesudahan seri 1-1.

Nahkoda Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro memberi sanjungan kepada anak didiknya. Selain itu, klubnya memang menyiapkan diri dengan baik ketika sesi latihan sebelum bermain meladeni Bali United. Itulah yang menjadi kunci kesuksesan mampu menahan seri tim besutan Stefano Cugurra itu.

“Terima kasih atas kerja keras semua pemain. Seperti laga sebelumnya bahwa kami mencari komposisi terbaik, karena persiapan hanya mepet dan pemain baru baik dari U-20 dan pemain baru lainnya,” terangnya usai pertandingan.

Menurut pelatih berusia 50 tahun itu, Pendekar Cisadane enggan didikte oleh Serdadu Tridatu dengan pertarungan 2 x 45 menit. Nur Hardianto dan rekan-rekan menyamai permainan musuh dengan kecepatan, baik ketika menyerang maupun bertahan.

“Pemain bisa mengaplikasikan dalam latihan, mengunci pemain Bali United dan membuat mereka tidak bisa berkembang. Hingga kami juga bisa mencetak gol membuat laga imbang,” jelas Widodo C. Putro.

Sementara winger jangkar Pendekar Cisadane, Taufik Febrianto ikut bersyukur klubnya mengakhiri gelaran turnamen pramusim ini tidak dengan tangan kosong. Petikan satu angka selama babak penyisihan, dapat menjadi bekal perbaikan klub sebelum melintas kompetisi resmi nanti.

“Alhamdulillah, sesuai latihan kami terapkan dan berjalan baik, intinya Persita memang menyiapkan strategi dalam laga sore tadi. Termasuk harus bertemu Hariono yang jadi idola saya, kuncinya hanya semangat dan tak mau kalah,” tegas sang pencetak gol ke gawang Bali United.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *