Cara Striker Persebaya Surabaya Mengobarkan Gairah Punggawa Muda Bajol Ijo di Piala Menpora 2021

Bomber Samsul Arif menjadi sosok umur paling tua dalam tim Persebaya Surabaya di Piala Menpora 2021. Dia berusia 36 tahun dan termasuk satu dari dua pilar berumur kepala tiga selain winger Rendi Irwan (33 tahun).

Pengalamannya di kasta tertinggi tentu sudah amat mumpuni. Dia disegani dalam tim Bajol Ijo. Apalagi mayoritas pilar tim asal Kota Pahlawan ini di Piala Menpora masih muda dan belum banyak berpengalaman.

Ujung tombak berusia 36 tahun itu justru ikut bahagia dengan kondisi tim kebanggaan Bonek dan Bonita ini berisikan pilar “hijau”. Dia ikut mendukung kebijakan manajemen Persebaya yang meletakkan perhatian dalam regenerasi amunisi muda.

“Saya tidak kaget karena Coach Aji suka sekali pemain muda. Ini bukan hal baru bagi pelatih. Dengan berhentinya kompetisi satu tahun belakangan ini, mungkin ada sedikit regenerasi atau pemangkasan satu generasi,” kata Samsul Arif.

Punggawa asal Bojonegoro ini terbukti masih bisa memperlihatkan kualitasnya sebagai bomber baru yang diandalkan Bajol Ijo. Dia melesakkan gol alias dua brace di gawang Persik Kediri dalam matchday perdana Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa malam (23/03/2021).

Di umurnya yang semakin senja, dia bisa tampil penuh 90 menit di partai ini. Eks punggawa Barito Putera itu mengaku terbantu dengan keberadaan mayoritas pilar muda Bajol Ijo.

Sepak bola Indonesia berpotensi kehilangan satu generasi emas akibat wabah virus Corona. Karena PSSI meniadakan Liga 1 2020 yang sesungguhnya pernah berjalan tiga pekan. Bajol Ijo mengambil celah dengan memunculkan pada bakat muda.

Striker berpostur tinggi 166cm itu mengirim motivasi kepada para juniornya untuk berjuang maksimal bagi tim besutan Aji Santoso ini. Ini menjadi wadah yang tepat buat mereka untuk mengembangkan kemampuan sebelum mentas di Liga 1 2021.

“Ini kesempatan pemain muda, satu musim tidak main, otomatis punya bekal yang sama. Kita sama-sama tidak pernah latihan. Kita sama-sama tidak merasakan kompetisi. Saya pikir kami punya kans yang sama untuk bersaing, baik pemain muda atau senior,” ucapnya.

“Saya berusaha tetap memberi motivasi kepada pemain muda atau pemain lain, berada di trek yang benar di momen itu. Ini kesempatan di Piala Menpora karena semua punya modal yang sama untuk bersaing,” tutur pemain yang mengoleksi 35 gol di Liga 1 sejak 2017 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *