2 Kali Dirugikan Wasit di Piala Menpora 2021, Rahmad Darmawan Menyarankan Pemakaian VAR

Madura United mengalami nasib yang kurang mujur dalam bersaing di Grup C Piala Menpora 2021. Mereka wajib lega dengan mengumpulkan empat angka dari empat laga yang sudah dilakoni.

Peluang Laskar Sape Kerrab untuk menembus babak perempat final di Piala Menpora 2021 maish terbuka, tapi amat kecil. Terlepas dari itu, ada keputusan wasit yang merugikan tim asal Pulau Garam ini sehingga takluk dua kali di fase grup.

Ada dua brace Laskar Sape Kerrab yang dianulir oleh wasit dengan alasan off-side, meskipun dalam tayangan ulang sesungguhnya on-side. Arsitek Madura United, Rahmad Darmawan, menganjurkan pemakaian Video Assistant Referee (VAR) supaya asas keadilan mampu terjaga di laga.

“Untuk di Indonesia, sambil kita belajar, wasit semua belajar, seperti kami juga belajar. Kita perlu memahami betapa teknologi saat ini sudah mulai digunakan di mana-mana. Seyogyanya ke depan kita harus ikut dengan menggunakan VAR seperti kompetisi di luar negeri,” katanya kepada Bola.com, Senin (05/04/2021).

Keputusan wasit yang kurang tepat terjadi ketika tim besutan Rahmad Darmawan ini ditaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-2 dalam laga kedua, Minggu (28/03/2021). Itu semula ketika penyerang Beto Goncalves yang melesakkan brace pada menit kelima.

Usai brace itu tercipta, wasit Musthofa Umarella melihat asisten wasit atau hakim garis mengangkat bendera sehingga gol itu dianulir. Padahal, dalam tayangan ulang, tampak jelas Beto dalam posisi on-side sebelum brace itu lahir.

Faktor serupa pula dialami Madura United ketika dikalahkan 1-2 oleh Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu sore (03/04/2021). Kali ini bomber Bruno Lopes yang menciptakan gol.

Striker berusia 34 tahun itu melepas sepakan terukur usai menerima operan mantap dari Hugo Gomes Jaja pada injury time babak pertama duel itu. Tetapi, hakim garis mengangkat bendera tanda off-side.

Wasit Thoriq Alkatiri yang memimpin duel itu pun menganulir brace yang lahir dari proses cantik itu. Padahal, dalam tayangan ulang menunjukkan Bruno Lopes rupanya dalam posisi on-side.

Kalau dua brace itu disahkan, Laskar Sape Kerrab sewajibnya tampil 2-2 dalam dua partai itu. Artinya, mereka menambah dua angka, sehingga sudah mengumpulkan enam angka. Poin itu amat berarti buat mereka yang ingin lolos ke perempat final.

VAR merupakan teknologi yang mulai diperkenalkan sejak Piala Dunia 2018. Wasit memimpin laga mampu melihat tayangan ulang video dulu dalam situasi bimbang ketika membikin keputusan.

Pemakaian VAR di Liga 1, kata nahkoda asal Lampung ini, ke depannya bakal bisa meninggikan kepercayaan klub terhadap wasit. Karena, keputusan wasit bakal valid dan sesuai dengan apa yang terjadi, tanpa butuh perdebatan panjang.

“Biaya memang akan mahal, tapi kualitas fairness (keadilan) dalam sebuah pertandingan itu akan sangat bisa dipertanggungjawabkan. Nantinya mungkin juga akan menambah nilai sponsor,” ucap pelatih yang akrab disapa RD itu.

“Dengan VAR, kualitas kompetisi akan terangkat, juga harganya. Mereka (pemain) perlu merasa nyaman dengan adanya dukungan teknologi yang menyatakan bahwa kompetisi berlangsung secara adil,” imbuhnya.

Persela Lamongan Berniat Menaklukkan Persik Kediri Demi Tiket Perempat Final Piala Menpora 2021

Persela Lamongan masih berkesempatan untuk lolos ke babak perempat final Piala Menpora 2021. Klub asal Kota Soto itu baru mengumpulkan tiga angka usai selalu tampil seri dalam tiga duel Grup C.

Mereka akan menjalani laga menghadapi Persik Kediri dalam partai pamungkas fase grup di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (07/04/2021). Laskar Joko Tingkir berniat meraih kemenangan di duel ini supaya mampu lolos ke fase gugur.

“Kami harus fokus pertandingan melawan Persik, itu yang terpenting. Tidak ada alasan tidak menang melawan Persik. Apresiasi harus diberikan kepada pemain supaya mendapat hasil maksimal,” kata Didik Ludianto, pelatih Persela.

Kemenangan atas Macan Putih menjadi harga mati tim besutan Didik Ludianto ini supaya membuka peluang melaju ke fase gugur. Pasalnya, mereka tidak punya kesempatan lolos kalau cuma tampil seri dan memperoleh tambahan satu angka.

Itupun masih dengan catatan bergantung pada hasil laga PSS Sleman meladeni Persebaya Surabaya di hari yang sama. Kemenangan bakal membawa mereka mengumpulkan enam angka, tapi Super Elang Jawa tidak boleh menang meladeni Bajol Ijo.

Karena, tim asal Sleman ini sudah mengantongi empat angka. Artinya, mereka akan mengoleksi tujuh angka kalau sukses mengalahkan klub asal Kota Pahlawan itu. Itu membikin hasil apapun dalam laga Persela melawan Persik tidak berpengaruh kepada PSS Sleman.

Winger Persela Lamongan, Syahroni, mengungkapkan keinginan klubnya untuk mampu meraih tiga angka perdana di Grup C. Selama ini, mereka tampil cukup bagus menjaga pertahanan lantaran selalu tampil seri, tetapi pula memiliki masalah pada produktivitas gol.

“Kami harus berjuang maksimal di sisa satu pertandingan. Ini pertandingan hidup dan mati, kalau ingin lolos. Kami harus berusaha kerasp meraih kemenangan melawan Persik,” ucap pemain asli Tangerang itu.

“Kami harus melakukan persiapan matang sampai beberapa hari ke depan. Semua harus siap mulai dari aspek fisik, taktik, dan lainnya. Pertandingan melawan Persik begitu sangat penting untuk kami,” imbuhnya.

Persija Jakarta Meladeni Barito Putera di Perempat Final Piala Menpora 2021, Rohit Chand Berkesempatan Bermain

Persija Jakarta segera memperoleh tenaga anyar menyongsong perempat final Piala Menpora 2021. Winger asal Nepal, Rohit Chand, bakal berlabuh dengan klub Ibukota dalam waktu dekat.

Sebelumnya, amunisi berusia 29 tahun ini terpaksa melewatkan perjuangan Macan Kemayoran di babak penyisihan turnamen pramusim yang ditayangkan secara langsung di Indosiar itu. Pasalnya, sang pilar memperoleh panggilan dari Timnas Nepal.

Gelandang berpostur tinggi 178cm itu tampil untuk Nepal dalam turnamen Three Nations Cup bareng Bangladesh dan Kirgistan. Sang pemain sukses membawa negaranya keluar sebagai juara dan didaulat menjadi pilar terbaik.

“Dalam waktu dekat, Rohit Chand akan bergabung dengan tim ini. Dia sudah selesai membela negaranya dan siap menjalani latihan bersama kami,” kata Sudirman, pelatih Persija Jakarta, dinukil dari laman Liga Indonesia Baru.

“Kehadiran Rohit Chand akan menjadi tambahan kekuatan bagi kami di lini tengah yang akan berlaga di perempat final Piala Menpora,” jelas pria yang karib dipanggil Jenderal tersebut.

Macan Kemayoran bakal meladeni Barito Putera dalam duel delapan besar Piala Menpora 2021. Laga itu akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, 10 April 2021.

Beritanya, mantan pilar PSPS Pekanbaru itu bakal datang di Indonesia pada hari ini. Sesampai di Jakarta, sang punggawa wajib dikarantina lebih dulu selama lima hari.

Kalau berjalan lancar, punggawa bernomor punggung 32 di Persija Jakarta ini mampu memperkuat Macan Kemayoran saat menghadapi Laskar Antasari. Tetapi, situasinya agar bahaya mengingat sang pemain belum banyak berlatih dengan teman seskuatnya.

Presiden Persebaya Surabaya Tidak Menyangka Pilar Muda Bajol Ijo Bermain Mengesankan di Piala Menpora 2021

Kesuksesan Persebaya Surabaya meraih dua kemenangan di Grup C Piala Menpora 2021 membikin banyak pihak kaget. Pasalnya, mereka menjadi satu-satunya klub yang berhasil menyapu bersih duel dengan hasil maksimal sejauh ini.

Terlebih lagi, Bajol Ijo mengandalkan punggawa muda. Dari 25 amunisi, 11 di antaranya masih berumur 21 tahun ke bawah. Bahkan, lima di antaranya secara reguler bisa menembus starting eleven di turnamen pramusim ini.

Selain itu, tim asal Kota Pahlawan ini pula tidak menggaet legiun asing untuk memberi peluang kepada pilar muda. Persebaya berhasil meraih kemenangan dengan skor identik 2-1 masing-masing atas Persik Kediri dan Madura United.

Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, mengirim apresiasi kepada amunisinya yang sudah berjuang maksimal di Bandung.

“Kebetulan, Piala Menpora memberi kami kesempatan untuk memainkan pemain muda binaan dikombinasikan dengan pemain senior. Sekarang, masyarakat baru melihat potensi anak-anak ini. Tapi, kami juga tidak menyangka sehebat ini,” kata Azrul.

“Kami bangga dengan mereka, apa pun hasilnya. Minimal dari dua pertandingan ini, kita bisa melihat bahwa Persebaya Surabaya punya masa depan cerah. Investasi pembinaan yang kami lakukan sejak 2017 mulai menunjukkan hasil,” imbuh pria berusia 43 tahun itu.

Apa yang diperlihatkan Bajol Ijo merupakan hasil kerja pembinaan yang sudah diadakan selama bertahun-tahun. Karena, tim kebanggaan Bonek dan Bonita itu punya 20 tim internal yang bertarung dalam ajang internal.

Alhasil, para amunisi muda sudah terbiasa dengan persaingan dalam sebuah ajang. Atmosfer itu juga yang membikin mereka ditempa dan mampu beradaptasi dengan tim senior.

Dari 11 punggawa muda, tujuh di antaranya merupakan hasil asuhannya kompetisi internal. Mereka adalah Rachmat Irianto, Koko Ari Araya, Rizky Ridho, Zulfikar Akhmad, Akbar Firmansyah, Dicky Kurniawan, dan Marselino Ferdinan.

Lalu, masih ada enam nama lain yang pula merupakan jebolan tim internal Bajol Ijo yang sudah berumur di atas 21 tahun, di antaranya adalah Satria Tama, Andhika Ramadhani, Mokhamad Syaifuddin, Abu Rizal Maulana, Oktafianus Fernando, dan Rendi Irwan.

“Sebenarnya tidak ada yang istimewa. Kami di Persebaya tahu punya aset pemain muda yang luar biasa. Selama ini orang belum pernah lihat saja karena tidak ada kesempatan menunjukkan. Kalau banyak pemain asing atau formasi lama, pemain ini tidak dapat jam terbang,” ucap Azrul.

Selalu Kemasukan Gol di Piala Menpora 2021, Persebaya Surabaya Mengubah Gaya Bertahan

Persebaya Surabaya masih punya waktu untuk bersiap menjalani duel selanjutnya di Grup C Piala Menpora 2021. Mereka tidak berlaga ketika empat peserta Grup C lainnya bertanding pada Kamis (01/04/2021).

Klub asal Kota Pahlawan ini masih bakal berlaga pada Sabtu (03/04/2021) dengan meladeni Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Nahkoda Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mulai mengadakan persiapan untuk menjalani partai sesama klub Jawa Timur tersebut.

Rachmat Irianto dan rekan-rekan. melakoni program latihan taktik dan penguasaan bola di komplek Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (31/03/2021). Selama sekitar 30 menit, tim Bajol Ijo menggenjot kemampaun mengalirkan bola dalam keadaan tertekan musuh.

“Latihan hari ini tadi intensitas cukup tinggi. Ini tadi latihan taktik. Di akhir latihan saya beri memberikan penjagaan kondisi. Karena besok saya liburkan pemain, jadi saya tingkatkan di hari ini,” kata Aji Santoso.

Usai itu, diteruskan dengan mini game 11 musuh 11. Pelatih asal Malang ini beberapa kali menyetop permainan manfaat memberi contoh langsung dari strategi yang ia harapkan. Sang juru taktik pula menjajal mengutak-atik susunan punggawa di sektor tengah.

Arsitek berusia 50 tahun ini meninggikan intensitas latihan manfaat mematangkan taktik permainan. Latihan hari ini berlangsung 90 menit dengan didominasi menu taktikal. Sang nahkoda lebih banyak membenahi gaya bertahan tim kebanggaan Bonek dan Bonita itu.

Faktor itu tidak lepas dari kelemahan lini pertahanan dalam dua partai terakhir meskipun sukses menang. Bajol Ijo selalu kemasukan lantaran menang dengan skor tipis 2-1 meladeni Persik Kediri dan Madura United.

Catatan belum sempat mencatatkan clean sheet itu menjadi sorotan buat mantan nahkoda PSIM Yogyakarta itu supaya klubnya tidak lagi kemasukan meladeni Persela.

“Main sebenarnya anak-anak sudah menunjukkan peningkatan bagus. Yang perlu saya benahi soal pertahanan, karena kami selalu kebobolan. Saya juga instruksikan untuk bertahan lebih kuat. Disiplin dalam bertahan serta prinsip-prinsip bertahan juga harus dipahami dengan baik,” imbuhnya.

Tim besutan Aji Santoso ini sedikit diunggulan dengan punya waktu tiga hari sebelum laga berlangsung. Sedangkan Laskar Joko Tingkir masih bakal berlaga meladeni Madura United, Kamis (01/04/2021), dan cuma memiliki istirahat satu hari sebelum bermain meladeni Bajol Ijo.

Curhat Samsul Arif Tidak Takut Bersaing dengan Penyerang Asing dan Sasaran Bareng Persebaya Surabaya

Samsul Arif Munip merupakan satu di antara bomber lokal yang bisa bersaing dengan amunisi-amunisi asing di ajang sepak bola Indonesia. Sang pilar mengaku tidak takut untuk adu kemampuan dengan penyerang asing.

Memulai karier sejak 2004, pemain Persebaya Surabaya ini sempat membela tim-tim top di Indonesia. Dia tercatat memperkuat Persela Lamongan, Arema Cronus, Persib Bandung, dan Barito Putera.

Berposisi sebagai ujung tombak, punggawa berpostur tinggi 166cm itu pula pandai dalam membobol gawang musuh. Pencapaian terbaiknya saat memperkuat Arema pada musim 2014 dan Persela musim 2017.

Pada musim 2014, Samsul Arif sukses mendulang 16 gol dari 25 performa di Indonesia Super League (ISL). Koleksi itu membikin sang striker berada di posisi kedua top skorer ISL, dan terpaut sembilan brace dari Emmanuel Kenmogne (Persebaya 1927) yang mengisi posisi teratas.

Sementara itu, saat berkostum Laskar Joko Tingkir di Liga 1 2017, Samsul Arif mengoleksi 17 gol dari 34 partai. Dia pun menjadi pilar Tanah Air tersubur cuma takluk dari penyerang asing , mulai dari Sylvano Comvalius (Bali United; 37 gol), Marclei Santos (Mitra Kukar; 24 gol), dan Alberto Goncalves (Sriwijaya FC; 22 gol).

Pemain asal Bojonegoro itu mengaku kualitas dan pengalaman amunisi Indonesia masih kalah dari deretan pesepak bola asing. Meskipun begitu, sang pilar mengaku tidak takut untuk bersaing dengan penyerang asing yang berkiprah di ajang Tanah Air.

“Kita tahu klub-klub di Indonesia mengalami krisis striker dalam beberapa tahun ini, mungkin juga sejak 10 atau 20 tahun belakangan. Tetapi, semua tergantung motivasi setiap pemain. Saya pribadi sering bersaing dengan jajaran top skorer di liga dan turnamen,” ujar Samsul di kana YouTube Official Persebaya.

“Saya menyadari pemain asing atau striker asing menjadi sosok yang lebih dipilih oleh pelatih, karena mereka punya pengalaman, teknik, dan kemampuan di atas rata-rata pesepak bola Indonesia,” tambahnya.

“Saya pribadi memiliki motivasi yang tinggi untuk bisa berada di level yang sama seperti mereka, minimal semangat harus kita jaga terus, karena level sepak bola sekarang membutuhkan pemain pekerja keras, bukan hanya teknik semata dan juga bakat. Yang terpenting adalah motivasi dan mau bekerja, dan saya berada di jalur itu,” tutur Samsul Arif.

Sekarang, striker berusia 36 tahun ini meneruskan kariernya bareng Persebaya Surabaya sejak Maret 2021. Dia pun sudah menunjukkan ketajamannya bareng Bajol Ijo di gelaran Piala Menpora 2021.

Dari dua partai yang sudah dimainkan, Samsul Arif sukses melesakkan dua gol. Berkat kontribusi sang pemain, Persebaya sukses meraih dua kemenangan dan sekarang berada di puncak Grup C dengan nilai enam.

Mantan penyerang Barito Putera itu punya sasaran yang ingin mampu diwujudkannya bareng tim kebanggaan Bonek dan Bonita itu, yaitu mengembalikan masa keemasan tim. Sebagai gerakan awal, sang bomber berniat membawa Bajol Ijo menjuarai Piala Menpora 2021.

“Kita semua tahu Persebaya adalah tim yang memiliki tradisi bagus di Indonesia dan memiliki DNA juara, dan itu menjadi alasan saya bergabung dengan Persebaya,” kata Samsul.

“Tim ini memiliki DNA juara dan saya yakin bisa berbuat banyak dan mengulang prestasi masa-masa emas dulu,” imbuhnya.

Setelah Ditaklukkan Bali United di Piala Menpora 2021, Hendri Susilo: Klub Perlu 7-8 Punggawa Anyar Untuk Bersaing di Liga 1

Arsitek Persiraja Banda Aceh, Hendri Susilo dapat pelajaran penting usai klubnya ditumbangkan Bali United dengan kedudukan 0-2 pada Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (29/03/2021).

Dia jadi betul-betul tahu kekurangan skuat besutannya itu. Terutama dari sisi materi pilar. “Ketika kami akan terjun di turnamen ini, tujuan utama saya memang ingin melihat sampai di mana kekuatan Persiraja yang ada sekarang ini,” kata Hendri Susilo.

“Makanya, kami tak merekrut pemain baru di ajang ini. Kekalahan dari Bali United ini membuka mata saya, Persiraja harus menambah pemain baru jika Liga 1 digelar,” katanya.

Tidak setengah-setengah. Berdasarkan analisis sang juru racik, Persiraja Banda Aceh perlu 7-8 wajah anyar supaya mampu bersaing dengan peserta Liga 1 lainnya.

“Pemain baru nanti tidak harus kategori A. Tapi mereka pengalaman di Liga 1 dan sesuai kebutuhan tim. Terpenting lagi, pemain nanti tahu karakter permainan Persiraja. Sehingga proses adaptasi mereka juga cepat,” tuturnya.

Lebih lanjut juru racik Laskar Rencong, Hendri Susilo pula berkeinginan saat klubnya menggaet legiun asing untuk kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia nanti, maka harus memiliki kualitas di atas pilar lokal.

“Pemain asing tak boleh salah pilih. Mereka harus bisa mengangkat performa tim di kompetisi nanti. Soal posisinya, saya sudah punya gambaran,” pungkasnya.

Meskipun takluk dari tim asal Pulau Dewata itu, skuat asuhan Hendri Susilo ini masih memiliki peluang untuk lolos ke perempat final turnamen pramusim. Silvio Escobar dan rekan-rekan akan melakoni duel hidup dan mati meladeni Persib Bandung di matchday pamungkas Grup D.

Laskar Rencong harus menumbangkan Pangeran Biru untuk lolos ke perempat final Piala Menpora 2021.

Kesempatan Lolos Perempat Final Piala Menpora 2021 Menjadi Tipis, Arema FC Ingin Tampil Tanpa Beban

Peluang Arema FC lolos ke perempat final Piala Menpora 2021 mampu dibilang menjadi tipis. Pasalnya, dari dua laga awal Grup A, mereka cuma memperoleh satu angka.

Pada duel terakhir Grup A Piala Menpora 2021, Singo Edan wajib berjumpa dengan pemimpin klasemen grup, PSIS Semarang, di Stadion Manahan, Solo, Selasa (30/03/2021).

Cuma ada satu cara bagi klub asal Malang ini untuk melaju ke babak berikutnya. Mereka harus memenangi partai terakhir itu, lantaran penentuan posisi akhir pada fase grup memakai sistem head to head.

Dari segi permainan klub, Singo Edan masih takluk. Mereka bermasalah dengan sektor belakang, organisasi permainan dan penuntasan akhir.

Tetapi, arsitek sementara Singo Edan, Kuncoro tidak berkecil hati dengan keadaan klubnya. Dia percaya anak didiknya mampu bermain lepas pada duel pamungkas Grup A.

“Beberapa waktu lalu kami sudah recovery training dan sekarang fokus pertandingan terakhir. Saya buat tim ini tidak merasa terbebani. Justru PSIS yang akan punya beban lebih. Mereka merasa tidak boleh kalah,” kata Kuncoro.

Pertanyaan, bisakah amunisi tim kebanggaan Aremania itu bermain tanpa beban? Faktor itu tidak segampang yang diucapkan. Apalagi, Arema menuai banyak kritikan dari pendukung di media sosial.

Kemungkinannya ada dua, Singo Edan bisa terlecut gairahnya atau justru makin down. Nahkoda dan amunisi senior yang memiliki peran besar di tim Arema diinginkan mampu membikin suasana di klub kembali enjoy.

Sementara itu, winger Arema FC, Hanif Sjahbandi, yakin klubnya mampu melewati fase ini. Dia masih penuh harapan Singo Edan mampu melaju ke perempat final turnamen pramusim ini, meski kesempatannya sangat tipis.

“Perjuangan tim belum berakhir. Masih ada satu pertandingan yang menentukan. Tentu kami ingin lebih baik dari laga sebelumnya,” jelas Hanif.

Sesungguhnya, penampilan Singo Edan membaik dari laga perdana dan kedua. Sayangnya, secara hasil laga justru lebih buruk.

Usia menelan 1-1 Persikabo 1973, mereka kalah dari Barito Putera dengan kedudukan tipis 1-2. Kekalahan itu amat mengecewakan Singo Edan.

Pasalnya, mereka membuang kesempatan via tendangan penalti plus kapten Ahmad Alfarizi diganjar kartu merah pada akhir duel.

Persebaya Surabaya Krisis Bek pada Laga Derbi Suramadu melawan Madura United di Piala Menpora 2021

Persebaya Surabaya betul-betul mengalami krisis lini belakang tengah saat ini. Padahal, klub asal Kota Pahlawan itu akan menjalani duel berharga di matchday kedua Grup C Piala Menpora 2021.

Tim asal Kota Pahlawan ini dijadwalkan bertemu dengan Madura United dalam laga dengan tajuk Derbi Suramadu di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu malam (28/03/2021).

Arsitek Bajol Ijo, Aji Santoso, memastikan pihaknya belum mampu memainkan Arif Satria yang sudah mengalami cedera sejak Piala Menpora 2021 belum dihelat.

“Saya pastikan Arif Satria tidak masuk dalam game karena saya mengkhawatirkan kondisinya. Yang jelas, untuk pertandingan melawan Madura United pasti akan rotasi di Persebaya,” kata Aji dalam jumpa pers sebelum laga, Sabtu (27/03/2021).

Selain Arif, Bajol Ijo pula tidak mampu memainkan palang pintu muda Rizky Ridho di Derbi Suramadu. Penyebabnya, pemain asal Surabaya itu memperoleh larangan berlaga usai menerima kartu merah menghadapi Persik Kediri, Selasa (23/03/2021).

Sekarang, stok lini belakang tengah cuma menyisakan Rachmat Irianto dan Mokhamad Syaifuddin. Kemungkinan, dua pilar asli Surabaya ini yang memang bakal diandalkan untuk duet jantung pertahanan menghadapi tim asal Pulau Garam ini pada macthday kedua Piala Menpora 2021.

Rachmat Irianto, yang menjabat sebagai kapten Bajol Ijo, menyatakan bakal selalu siap untuk berduet dengan siapapun di lini belakang tengah ketika meladeni Laskar Sape Kerrab pada gelaran turnamen pramusim ini.

“Menurut saya tidak masalah dengan siapapun. Siapapun yang bermain dengan saya, saya tidak masalah. Yang penting, kami akan menjalankan komunikasi dengan baik. Apa yang diinginkan Coach Aji kami maksimalkan yang ada,” ucap pemain yang akrab disapa Rian itu.

Chemistry antara Rian dan Syaifuddin diperkirakan tidak bakal susah terbangun. Pasalnya, mereka sudah menjadi bagian Bajol Ijo sejak 2017. Kedua pilar ini pula sama-sama tahu gaya masing-masing lantaran berstatus jebolan ajang internal Persebaya.

“Kita tahu, Madura United dipenuhi pemain yang sangat berpengalaman. Tapi, itu tidak menurunkan semangat kami, dan kami sangat termotivasi untuk pertandingan besok,” imbuh Rachmat Irianto.

Piala Menpora 2021: Pelatih Persija Jakarta Membeberkan Kesalahan Punggawa Macan Kemayoran Ketika Takluk dari PSM Makassar

Nahkoda Persija Jakarta, Sudirman, membeberkan ketidakpatuhan para amunisinya saat takluk dari PSM Makassar. Marco Motta dan rekan-rekan disebutkan menghiraukan arahannya.

Secara mengagetkan, Macan Kemayoran dihabisi Juku Eja 0-2 pada duel perdana Piala Menpora 2021 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (22/03/2021) malam WIB.

“Hasil ini tidak membahagiakan saya. Saya sangat kecewa dengan hasil ini, kecewa sekali,” kata Sudirman pada konferensi pers setelah pertandingan.

“Sebab, apa yang selama ini dilatih, ada beberapa momen yang tidak dijalankan oleh pemain. Terutama masalah penguasaan bola. Saya selalu melatih penguasaan bola.”

“Kapan harus masuk ke dalam, kapan harus bermain dulu, tadi para pemain agak sedikit memaksakan diri untuk selalu ke depan sehingga Persija Jakarta cepat kehilangan bola dan lawan melakukan counter attack,” tutur Sudirman.

Sudirman berikrar bakal mengevaluasi kesalahan tim kebanggaan Jakmania ini saat kalah dari klub asal Makassar itu. Persija wajib bermain jauh lebih baik di laga kedua.

Berikutnya, Macan Kemayoran bakal menantang Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, 27 Maret 2021. Kalau takluk lagi, Persija nyaris pasti tersingkir dari turnamen pramusim ini.

“Saya pikir, hal-hal itu yang perlu kami benahi,” terang Sudirman.