Persib Bandung Mengungkapkan Penyebab Febri Hariyadi Tidak Jadi Dipinjam Sabah FC

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, membetulkan kalau pilar tumpuan Pangeran Biru, Febri Hariyadi, diminati oleh tim Malaysia, Sabah FC. Tetapi, perpinedahan sang pilar tidak terlaksana.

Hasrat Sabah FC meminjam winger asal Bandung ini tidak terwujud karena ada persyaratan yang tidak disetujui antaran tim asal Kota Kembang itu dan tim Malaysia tersebut.

“Itu semua tergantung tim pelatih untuk memutuskan apabila ada peminjaman. Tim pelatih itu yang memperbolehkan Febri untuk dipinjam ke Sabah. Dengan sebuah syarat, satu bulan sebelum Liga Indonesia mulai, Febri harus kembali bergabung bersama Persib,” jelas Teddy saat dihubungi, Sabtu (16/01/2021).

Teddy Tjahjono menyatakan tidak tahu syarat yang diharapkan Maung Bandung dibantah oleh Sabah FC sehingga pemain bernomor punggung 13 di Persib Bandung ini tidak berhasil berkiprah di Malaysia.

“Saya tidak tahu mengapa Sabah tidak mau dengan opsi itu. Malaysia lagi lockdown, tidak bisa melakukan apa pun. Saya tidak tahu,” ungkap Direktur Persib Bandung itu.

Teddy menyebutkan winger berusia 24 tahun ini amat bersedia berlabuh dengan Sabah FC dan manajemen Pangeran Biru pun memberi izin. Tetapi, opsi yang ditawarkan Robert Rene Alberts tidak disetujui Sabah FC.

“Febri bersedia untuk ke Malaysia. Kami juga mengizinkan, tapi dengan syarat. Kalau ke Thailand, Febri yang tidak mau,” ungkap Teddy.

“Mungkin karena Febri sebagai pemain inti, jadi Robert meminta syarat bahwa satu bulan sebelum liga bergulir Febri harus kembali. Saya tidak tahu mengapa, itu pertimbangan dari Robert,” lanjutnya.

Amunisi berpostur tinggi 167cm itu masih terikat masa kerja bareng klub kebanggaan Warga Bandung ini sampai 2022. Manajemen Pangeran Biru pun diakui Teddy enggan menghalangi pilar kalau ada minat dari tim lain yang mampu membikin punggawa merasa lebih baik.

“Dengan syarat tadi, satu bulan sebelum liga dimulai, pemain harus kembali, apalagi pemain inti. Robert yang mengatakan itu,” ujar Teddy.

Tanggapan Winger Persib Bandung Usai Tidak Jadi Gabung Dengan Sabah FC

Lini tengah Persib Bandung, Febri Hariyadi, tidak ingin memberi kritik banyak terkait ketidakberhasilannya tampil di Malaysia bareng Sabah FC. Sang pilar ingin menanti pernyataan dari Maung Bandung dan Sabah FC terlebih dahulu.

Pemain asal Bandung ini awalnya jadi incaran Sabah FC pada jendela transfer menyongsong bergulirnya Liga Super Malaysia 2021. Juru racik Kurniawan Dwi Yulianto ingin merekrut sang amunisi demi menambah kekuatan di lini sayap Sabah FC.

Tetapi, konsep menggaet winger berusia 24 tahun ini ke Negeri Jiran hilang. Pangeran Biru mengemukakan syarat yang berat sehingga tim besutan Kurniawan Dwi Yulianto itu memilih mundur dari pengejaran sang gelandang.

Pelatih asal Magelang itu menyebut klub asal Kota Kembang ini ingin pilar bernomor punggung 13 di Persib Bandung itu dipulangkan dari Malaysia satu bulan menjelang ajang Shopee Liga 1 dimulai. Sabah FC tentu saja membantah lantaran khawatir hasrat itu bentrok dengan jadwal Liga Super Malaysia.

“Biar lebih jelas, nanti Coach Kurniawan yang buka suara dan juga Persib. Kita tungg mereka saja dulu,” kata Febri kepada Bola.com, Jumat (15/01/2021).

Sikap itu diambil pemain berpostur tinggi 167cm ini supaya informasi yang disampaikan tidak bias. Sang pilar menyatakan lebih baik menanti pernyataan dari Maung Bandung dan Sabah FC dan bakal angat suara kalau ada pemberitahuan yang tidak sesuai.

“Saya tidak akan buka suara. Kalau sudah clear sama coach Kurniawan, kecuali nanti ada suara dari Persib yang memojokan saya atau ada yang salah, baru saya buka suara. Jadi maaf, bukannya saya tidak mau berbicara. Cuma lebih baik begini supaya lebih baik,” tegas Febri Hariyadi.

Syarat yang diajukan Pangeran Biru ke Sabah FC cukup masuk akal. Eks amunisi Timnas Indonesia U-19 itu merupakan pilar yang memiliki peran berharga di tim kebanggaan Warga Bandung tersebut.

Tidak berhasil merekrut mantan punggawa Timnas Indonesia U-23 ini membikin Sabah FC tidak menyerah. Juru racik Kurniawan Dwi Yulianto menerangkan, pihaknya masih bakal menggaet pilar asal Indonesia.

Tetapi, arsitek berusia 44 tahun itu tidak mau menyebutkan secara khusus nama sasarannya itu. Faktor itu bakal diberitahukan begitu sudah ada kesetujuan yang terjalin.

“Untuk pengganti Febri, kami putuskan pekan ini. Labelnya pemain Timnas Indonesia juga. Namun, saya masih belum bisa mengungkap identitasnya,” tegas Kurniawan.

Benediktus Adi Prianto Mengungkapkan Keadaan Winger Muda Persib Bandung

Lini tengah Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha membaik dari cedera lutut yang dialaminya ketika berlabuh bareng Timnas Indonesia U-19.

Fisioterapi Maung Bandung, Benediktus Adi Prianto menyatakan bahwa amunisi asal Bandung ini telah tampak makin membaik usai ditemani selama nyaris satu setengah bulan.

“Kami berusaha kerja keras bersama-sama dokter tim, dokter Alvin dan dokter Rafi memberikan program kepada Beckham dan sampai sekarang sudah semakin membaik,” jelas Benediktus, Rabu (13/01/2021).

Menurut Beni, gelandang berusia 19 tahun ini telah mengadakan hop test yaitu melompat sejauh mungkin dengan satu kaki, tanpa kehilangan keseimbangan dan mendarat dengan kukuh.

“Artinya pada saat mau keluar dan dinyatakan untuk mampu main lagi atau melanjutkan program latihan ke tahap berikutnya, kami beri hop test. Persentasenya lumayan bagus,” ucap Beni.

Tetapi, skuat dokter tidak mendesak adik kandung Gian Zola Nasrulloh ini untuk pulih lebih cepat. Pasalnya, ajang pula belum ada kejelasan. Pangeran Biru pula belum mengumpulkan punggawa untuk meneruskan latihan.

Saat ini pilar bernomor punggung 7 di Persib Bandung itu telah mulai masuk lapangan tetapi tetap di bawah pengawasan fisioterapis dan dokter klub.

“Dia sudah mencoba latihan di lapangan sama teman-temannya, kami tetap awasi, kami selalu kominikasi dan memberi arahan,” tutur Beni.

Winger bernomor punggung 165cm ini, lanjut Beni, telah tidak merasai sakit atau nyeri.

“Saya rasa semua oke, dia tidak merasa sakit lagi, nyeri lagi, makannya kami sudah berani sampai ke tahap proses return to sport atau balik ke lapangan dulu. Dia butuh adaptasi. Kalau memang nanti prosesnya bagus, dia pasti bisa dan mudah-mudahan bisa main lagi,” ujar Beni.

Demi Ajang Shopee Liga 1 Kembali Digelar, Leonard Tupamahu Siap Divaksin Corona Terlebih Dahulu

Lini belakang Bali United, Leonard Tupamahu, menyatakan siap memperoleh vaksin Corona lebih dulu. Faktor itu diungkap sang bek supaya ajang Liga 1 mampu kembali bergulir.

Hingga pekan kedua Januari 2021, nasih ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih belum pasti. Faktor itu terjadi lantaran poin penyebaran corona di semua Tanah Air masih amat tinggi.

Tetapi, datangnya vaksin Corona di Indonesia memberi keinginan anyar bakal keterusan Shopee Liga 1. Pemain asal Jakarta itu mengaku siap menerima vaksin Corona selama mampu dipertanggungjawabkan aman untuk manusia.

“Selama vaksin bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya untuk manusia tidak masalah,” kata Leonard Tumahamu seperti dikutip situs resmi klub, Selasa (12/01/2021).

Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya telah mengonfirmasi atlet masuk tabel utama penerima vaksin Corona. Faktor inilah yang membikin gairah bek berusia 37 tahun ini untuk kembali melakoni ajang terpompa.

“Ada isu atlet akan menerima vaksin ini, bagi saya tidak masalah asalkan memang vaksin terbaik untuk mencegah dan melawan virus tersebut. Terpenting kompetisi dapat terlaksana kembali,” tegas Leonard Tupamahu.

Serdadu Tridatu awal berencana untuk mengumpulkan amunisi dan kembali berlatih pada awal Januari 2021. Tetapi, tim asal Pulau Dewata itu. tidak berhasil berkumpul dan berlatih usai Pemerintah mempraktikkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) 2021 di Jawa dan Bali.

PSBB diadakan selama 15 hari usai lonjakan kasus Corona yang terjadi. Adanya PSBB membikin seluruh aktivitas dibatasi, terutama yang mengundang keramaian dan kerumunan.

Faktor itulah yang membikin tim besutan Stefano Cugurra itu wajib memutar otak untuk menjadwalkan ulang latihan klub. Seperti diketahui, Serdadu Tridatu tengah berupaya menyiapkan skuat untuk bermain di Piala AFC 2021.

Dibela Todd Rivaldo Ferra, Lampang FC Memasang Sasaran Tinggi di Thai League 2

Lampang FC meminjam Todd Rivaldo Ferre dari Persipura Jayapura pada putaran kedua Thai League 2 2020/2021. Kehadiran sang pemain membikin Somchai Makmool berani menentukan sasaran tinggi untuk Lampang FC.

Kedatangan amunisi asal Jayapura itu menambahkan kepercayaan diri Lampang FC pada putaran kedua Thai League 2 musim ini. Arsitek pelatih berusia 40 tahun ini berkeinginan, sang pilar mampu membantu Lampang FC untuk menyudahi musim ini di zona playoff, yaitu urutan 3-6 klasemen Thai League 2.

“Pada putaran kedua kami akan menggunakan empat pemain asing. Selain Todd Rivaldo, yang bertahan adalah Diego Silva dari Uruguay, Alex Rafael dari Brasil, dan Renshi Yamaguchi dari Jepang,” kata Somchai Makmool seperti dikutip Ball Thai, Selasa (12/1/2021).

“Adapun target kami adalah bisa bersaing di zona playoff yakni peringkat 3-6. Saya yakin, para pemain kami memiliki potensi untuk mewujudkan target tim,” tegas Somchai Makmool.

Amunisi berusia 21 tahun ini bakal tampil di Lampang FC hingga 31 Mei 2021. Tetapi, The Emerald Chariots tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang pinjaman atau memberikan sang pemain masa kerja permanen, kalau performanya musim ini sesuai dengan keinginan.

Pemain berpostur tinggi 158cm itu saat ini telah hadir di Lampang, Thailand. Tetapi, sang punggawa tengah melakono masa karantina selama 14 hari sesuai dengan aturan yang dipraktikkan Pemerintah Thailand tentang orang asing selama wabah virus Corona.

Pilar Timnas Indonesia U-23 ini dikenal sebagai winger lincah kuat yang punya sebanyak kepandaian. Sang amunisi punya kecepatan dan kelincahan yang mendukung potensinya di sektor tengah.

Todd Rivaldo Ferre mampu dimainkan sebagai winger serang, sayap kanan, sampai striker bayangan. Sebanyak keunggulan itulah yang diperkirakan membikin sang gelandang mampu bersaing di Lampang FC.

Selain itu, eks pemain Timnas Indonesia U-19 itu pula mampu diandalkan dalam melesakkan brace. Faktor ini tentu saja menjadi keuntungan buat Lampang FC untuk mewujudkan sasaran tinggi di Thai League 2 2020/2021.

Pelatih Arema FC Carlos Oliveira Pasrah Kalau Masa Kerjanya Tidak Diperpanjang Timnya

Masa depan juru racik, Carlos Oliveira di Arema FC belum diputuskan. Kondisi itu merupakan imbas ketidakjelasan sambungan ajang Liga 1 2020.

Manajemen Singo Edan belum memberi perpanjangan masa bakti kepada pelatih berusia 59 tahun ini. Padahal pada Februari 2021, masa baktinya akan selesai.

Manajemen tim asal Kota Malang ini sempat memberikan sinyal bakal memperpanjang masa kerjanya, dengan catatan tidak ada ketinggian nilai masa kerja atau fasalitas selama masa wabah virus Covid-19.

Waktu itu Arema FC masih optimis ajang kembali bergulir pada Februari. Tetapi, hingga saat ini belum ada pembahasan lagi tentang perpanjangan kontrak.

“Saya harus siap dengan segala kemungkinan. Tidak tahu ke depan bagaimana. Meski sebenarnya saya ingin tetap di sini menuntaskan tugas. Minimal sampai kompetisi selesai,” kata Carlos Oliveira, Sabtu (9/1/2021).

“Tapi kalau Arema FC mengambil keputusan tidak melanjutkan kontrak, berarti saya harus pergi. Bisa jadi juga manajemen memberikan kontrak lagi untuk melanjutkan tugas,” kata mantan pelatih Becamex Binh Duong, Vietnam ini.

Kalau eks arsitek Becamex Binh Duong itu masa kerjanya tidak diperpanjang, sepertinya Singo Edan tidak berjodoh dengan sang nahkoda. Pada awal musim, mereka pula memboyong Mario Gomez, juru racik perdana Arema asal Argentina.

Tetapi ketika ajang dimandekkan lantaran wabah virus Covid-19, eks pelatih Persib Bandung itu hijrah ke Borneo FC. Singo Edan menggantinya dengan Carlos Oliveira. Dia pula sang juru racik perdana yang jadi arsitek kepala Arema.

Mantan pelatih SC Patrocinense Minas Gerais Brasil itu memperoleh tugas menyusun kerangka skuat untuk musim berikutnya. Tetapi mampu dibilang sang arsitek yang belum merasakan turnamen resmi. Dia cuma merasai duel uji tanding kontrak Madura United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Usai itu, tidak ada uji coba atau event yang dihelat sebab Kepolisian tidak memberi izin.

Alasan Eks Pelatih Timnas Indonesia U-16 Pilih Menjadi Nahkoda Klub PON Aceh

Sosok Fakhri Husaini kental mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia, baik sebagai amunisi maupun sebagai juru racik. Pelatih berusia 55 tahun ini terdaftar 42 kali bareng Timnas Indonesia dengan petikan 13 gol, di mana pencapaian terbaiknya bareng Skuat Garuda adalah medali perak sepak bola SEA Games 1997.

Statusnya sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim Bontang membikin nahkoda asal Lhokseumawe ini tidak banyak membela tim di ajang kasta tertinggi. Padahal, ia telah merantau meninggalkan tanah kelahirannya sejak umurnya masih 19 tahun dan berlabuh bareng Bina Taruna, tim amatir binaan Bea Cukai.

Sesusah dari Bina Taruna, ia berseragam Lampung Putera, Petrokimia Putera, dan PKT Bontang yang berkiprah di ajang Galatama. Bareng tim pamungkas inilah, Fakhri menentukan gantung sepatu sebagai amunisi usai membawa PKT menembus final Liga Indonesia 1999/2000 meskipun akhirnya kalah di tangan PSM Makassar dengan kedudukan tipis 2-3.

Gantung sepatunya amunisi, Fakhri Husaini menggeluti dunia kepelatihan. Statusnya sebagai karyawan PKT membikinya cuma menukangi skuat perusahaan dan Timnas. Bareng Garuda Muda menjulang dengan kesuksesan membawa Timnas Indonesia U-16 menjadi juara Piala AFF U-16 2018 dan meloloskan Timnas Indonesia U-19 ke putaran final Piala AFC U-19.

Sejatinya, kekuatan dan pikiran Fakhri masih diperlukan saat Shin Tae-Yong menjadi juru latih Timnas Indonesia. Tapi, mantan pemain Bina Taruna itu memilih mundur sebab cuma jadi asisten arsitek.

Dalam channel Youtube Ichsan Maulana, eks kapten Timnas Indonesia ini mengungkapkan alasannya. Menurutnya di level Skuat Garuda peran seorang asisten tidak sangat penting. Apalagi Shin Tae-yong pula membawa staf sendiri dari negaranya.

“Jadi saya pikir lebih baik tim nasional ditangani Shin Tae-yong dan stafnya. Kantor saya juga belum tentu memberikan dispensasi kalau saya hanya menjadi asisten,” ujar Fakhri Husaini.

Belakangan mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 itu diberitakan mencapai kesetujuan dengan KONI Aceh dan Asprov PSSI Aceh untuk menukangi klub sepak bola Provinsi itu pada PON 2021 di Papua.

“Saya sudah pernah berbakti buat klub dan negara. Kini saatnya saya berbakti buat daerah sendiri,” ujar Fakhri Husaini yang memasuki masa pensiun sebagai karyawan PKT pada Januari ini.

Alasan itulah yang membikin Fakhri meminggirkan tawaran sebanyak tim Liga 1 dan Liga 2 yang menaruh minat menggunakan jasanya. Menurut sang pelatih, menukangi klub PON Aceh jelas bukan tugas yang gampang.

Ia pun menerangkan tidak mungkin mau mempertaruhkan reputasinya dengan menyiapkan skuat ala kadarnya. Itulah mengapa Fakhri tidak ada sungkan minta dukungan dari semua stakeholder sepak bola di Aceh.

“Bagi saya, menjadi tim PON Aceh adalah amanah sekaligus tantangan,” pungkasnya.

Jadi Seorang Ayah, Bek Persebaya Surabaya Jadi Lebih Kerap Begadang

Lini belakanag Persebaya Surabaya, Hansamu Yama Pranata, sedang sibuk dengan kegiatan sebagai seorang ayah, Khansa Kireinako Xaviera sekarang telah berumur sebulan.

Sebagai seorang ayah, banyak kebiasaan pemain asal Mojokerto ini yang wajib diganti. Sang pilar lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Ia mengaku semakin menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam pembagian waktu.

Mandeknya Shopee Liga 1 membikinnya menghabiskan waktu bareng keluarga. Liburnya acara klub menjadi hikmah tersendiri baginya dalam melakoni status anyarnya sebagai ayah sejak buah hatinya lahir pada 6 Desember 2020.

Punggawa berusia 25 tahun ini berupaya terus belajar menjadi figur ayah yang baik. Selain itu, ia tidak ingin melewati masa pertumbuhan putrinya yang tidak bakal mampu terulang.

“Sekarang fokus belajar menjadi orang tua. Saya tidak mau ketinggalan momen bersama anak saya dan istri juga. Terus kebetulan kompetisi libur,” kata Hansamu Yama seperti dilansir oleh situs resmi klub, Sabtu (09/01/2021).

“Rutinitas sama, enggak jauh beda dari sebelum-sebelumnya. Cuma sekarang ada tambahan waktu buat anak. Jadi sekarang lebih menghargai waktu. Hal-hal yang tidak penting atau buang-buang waktu perlahan saya tinggalkan,” imbuhnya.

Seperti umumnya orang tua anyar, palang pintu bernomor punggung 23 di Persebaya Surabaya itu wajib banyak terjaga. Bayi dalam umur bulanan memang kerap terbangun pada malam hari. Nah, sang pemain pula lebih kerap begadang untuk mendampingi sang kekasih, Zerlinda Gitta Anggraeni.

“Hal yang berubah yang pasti sekarang lebih sering begadang. Maklum bayi newborn (baru lahir), enggak menentu jam tidurnya, jadi sekarang saya jadi siaga,” ucap pemain berusia 25 tahun tersebut.

Tidak cuma itu, eks bek Barito Putera itu pula rutin menggendong putrinya untuk berjemur di bawah sinar matahari pada tiap pagi. Tidak jarang pula dia berganti memandikannya.

“Pagi hari yang biasanya latihan, saya ganti dengan bermain sama anak saya, menemani berjemur terus menemani istri memandikan anak. Alhamdulillah seru pokoknya, dan saya sangat menikmati status dan tugas sebagai ayah,” tutur mantan pemain Barito Putera itu.

Persikabo Tetap Berlatih Ketika Tim Lain Memandekkan Kegiatan

Usai pernah libur dalam momen Natal dan Tahun Baru, tim Persikabo sekarang telah kembali menghelat latihan. Para amunisi Persikabo telah menghelat latihan sejak Senin (04/01/2021).

Ini tentu berlainan dengan tim-tim peserta Shopee Liga 1 lainnya, Laskar Padjajaran tetap menyiapkan diri dengan berlatih bareng meskipun kejelasan sambungan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih abu-abu.

Memasuki pekan kedua Januari 2021, PSSI dan operator ajang PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum memperbarui berita terkait restu penyelenggaraan gelaran dari kepolisian.

Beberapa tim peserta pun telah menentukan meliburkan kegiatan mereka sejak akhir tahun lalu. Hingga ada kepastian dari PSSI terkait ajang yang konsepnya dihelat pada Februari mendatang.

Tetapi, Laskar Padjajaran tetap memilih menghelat latihan yang dipimpin asisten juru latih Miftahudin Mukson dan Oleg Kuzmianok. Nyaris seluruh amunisi lokal datang, dan cuma beberapa masih minta izin untuk absen, termasuk leguin asing Ciro Alves dan Alex dos Santos yang masih berada di Brasil.

“Bersyukur masih ada aktivitas lewat latihan bersama tim. Dengan demikian, kami bisa tetap menjaga fisik dan kebugaran dengan tetap terpantau oleh tim kepelatihan,” ujar Gelandang Persikabo, Munadi, setelah latihan yang digelar di Pusat Pendidikan Zeni Angkatan Darat (Pusdikzi), Kota Bogor, Jumat (08/01/2021).

Ujung tombak Persikabo, Gustur Cahyo Putro, pula mengatakan faktor senada. Menurutnya latihan yang tatap dihelat oleh skuatnya amat membantu amunisi supaya tetap bugar. Faktor itu lantaran kejemuan yang bakal mendekati kalau terus menerus berlatih secara mandiri.

Sementara bicara masalah ajang belum memperoleh kepastian kapan akan dimulai kembali, Gustur menuturkan seluruh pihak tentu menunggu kapan gelaran bakal berlanjut sebab punggawa pun punya harapan yang sama supaya mampu tampil lagi.

“Apalagi semua pemain, tentu harapannya sama, ada kompetisi lagi. Dengan kompetisi, kami bisa menyalurkan kemampuan dan tentunya mengejar prestasi sembari mencari nafkah,” ujarnya.

Laskar Padjajaran menjadi satu-satunya klub yang masih menghelat latihan bareng. Sementara tim lain masih meliburkan kegiatan serta menanti kepastian sambungan gelaran yang sebelumnya telah direncanakan oleh PSSI akan dihelat pada awal Februari mendatang.

Pelatih Persib Bandung Melarang Pilarnya Tampil Fun Football

Juru racik Persib Bandung, Robert Alberts, memberi pesan para pilarnya untuk tidak tampil sepak bola di luar aktivitas klub. Supardi Nasir dan kolega pula dilarang mengiringi dalam fun football.

Fun football atau tampil sepak bola bareng komunitas tengah digandrungi oleh para amunisi Shopee Liga 1 dan Liga 2. Kegiatan ini dinilai bermanfaat untuk menjaga keadaan ditengah ketiadaan ajang.

Fun football sering disamakan dengan laga tarkam atau antar kampung lantaran aktivitas ini pula melibatkan amunisi non-profesional.

“Kami tetap akan memberikan masukan kepada pemain yang bisa mereka jalani dalam kelompok kecil,” kata Robert Alberts dinukil dari laman Persib Bandung.

“Pemain juga tidak diperbolehkan untuk mengikuti fun football,” tutur pelatih asal Belanda tersebut.

Ketidakpastian ajang membikin para pilar Maung Bandung mulai sedih. Tidak sedikit juga yang mengalami masalah keuangan.

“Pemain Persib Bandung murung. Banyak juga dari mereka yang mengalami masalah finansial,” tutur Robert Alberts.

“Dan bukan hanya pemain, kami juga berbicara dengan banyak staf dan juga tim pelatih. Seperti yang pernah saya katakan, kami ini adalah korban dari kebijakan pihak otoritas di Indonesia, pihak otoritas sepak bola,” jelasnya.