Kekalahan Dari Timnas Indonesia Menjadi Bahan Evaluasi Tira Persikabo di Piala Menpora dan Liga 1

Tira Persikabo mengalami kekalahan 0-2 dari Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021, Jumat (05/03/2021) malam WIB. Buat Guntur Triaji, pertandingan yang dihelat di Stadion Madya, Jakarta Pusat itu bakal dijadikan sebagai persiapan dan evaluasi pada turnamen Piala Menpora dan Liga 1.

Berlaga tanpa sorak sorai penonton, Laskar Padjajaran sebenarnya bisa menghentak pada awal-awal duel. Tira Persikabo bahkan membuat empat kesempatan emas dalam waktu lima menit ke gawang Skuad Garuda.

Sayang, memasuki pertengahan babak pertama, tim besutan Igor Kriushenko ini mulai mengundurkan intensitas serangan. Alhasil, skuat asuhan Shin Tae-yong bisa memanfaatkan ini dengan ganti mengadakan tekanan.

Timnas Indonesia lalu berhasil melesakkan brace menjelang berakhirnya babak pertama via Kadek Raditya di akhir babak pertama. Tiga menit paruh kedua berjalan, Muhammad Rafli berhasil menambahkan keunggulan Skuad Garuda.

Laskar Padjajaran yang memperoleh peluang melesakkan gol tidak berhasil menyarang satu brace pun ke gawang Skuad Garuda sampai laga berkesudahan. Kedudukan 2-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021 bertahan.

Partai uji tanding ini selayaknya disyukuri betul oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dan teruntuk Guntur Triaji, meski bahagia akhirnya mampu berlaga kembali, berniat menjadikan duel ini sebagai bahan evaluasi.

Selepas laga menghadapi Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021, Laskar Padjajaran bakal menyiapkan skuat menyambut Piala Menpora dan Liga 1.

“Pertandingan yang menarik, terlepas dari hasil yang mengecewakan bagi kami. Ini adalah pertandingan pertama, membuat kami senang karena sepak bola telah kembali,” katanya.

“Mungkin dari hasil ini, akan menjadi bahan evaluasi kami, agar kami bisa tampil lebih baik lagi di Piala Menpora dan Liga 1 nanti”

Persebaya Surabaya Resmi Memperkenalkan 2 Lini Belakang Kiri Sekaligus, Reva Adi Utama dan Frank Rikard Sokoy

Persebaya Surabaya kembeli memberitahukan amunisi yang baru saja resmi digaet usai bomber Samsul Arif dan winger Ady Setiawan. Kali ini, Bajol Ijo memperkenalkan dua bek kiri baru sekaligus, yaitu Reva Adi Utomo dan Frank Rikard Sokoy.

Perkenalan itu diadakan oleh pihak tim via sebuah postingan dalam akun Instagram resmi tim.

“Selamat datang di keluarga besar Persebaya Surabaya untuk Reva Adi Utama dan Frank Rikard Sokoy,” tulis akun @officialpersebaya dalam kutipan untuk foto dua pemain anyarnya itu.

Pemain berusia 24 ini termasuk sosok punggawa tidak asing lantaran sempat membela PSM Makassar selama tiga tahun pada 2016-2019. Dia termasuk pilar muda tumpuan dengan mencatatkan 54 performa sejak ISC 2016 sampai Liga 1 2019.

Amunisi asal Makassar itu kemudian pernah dipinjamkan ke Badak Lampung pada putaran kedua kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2019. Pada musim 2020, dia berlabuh dengan Barito Putera dan belum pernah banyak berkontribusi karena ajang vakum.

Bek kiri berpostur tinggi 171cm ini merasa bahagia dan bangga mampu menjadi bagian dari Bajol Ijo. Dia sudah berpengalaman memperkuat tim besar dengan sebelumnya berkostum Juku Eja. Baginya, karier bareng tim asal Kota Pahlawan ini bakal menjadi tantangan.

“Persebaya Surabaya tim besar dan bagus bisa membuat saya termotivasi untuk memberikan yang terbaik buat tim. Tapi, itulah risiko, kalau main jelek dikritik. Itu jadi motivasi. Persebaya juga tidak jauh beda, karakter permainan keras, main ngotot dan ngeyel. Ini pilihan bagus buat saya,” ucapnya.

Secara terpisah, Frank Rikard mengungkapkan kesenangannya berlabuh dengan Bajol Ijo. Selama ini dia banyak berkutat di kasta kedua dan ketiga. Namanya belum sempat muncul dalam ajang kasta pertama.

Pilar asal Papua itu sesungguhnya pernah melakoni trial bareng tim kebanggaan Bonek dan Bonita ini ketika melakoni TC di Jogja pada Januari 2020. Tetapi, sang pemain batal dikontrak karena waktu itu masih memperoleh sanksi larangan berlaga dari PSSI.

“Tahun lalu sempat tidak jadi sama persebaya, tahun ini diterima dan saya sudah mengharapkan itu, tahun ini harus bisa masuk Persebaya. Selama istirahat setahun latihan terus untuk bisa bergabung di Persebaya,” ujar pemain berusia 23 tahun itu.

Dua amunisi baru ini diinginkan mampu mengisi lubang di posisi bek kiri. Maklum, musim lalu sesungguhnya Bajol Ijo tidak punya pilar asli di posisi itu pasca ditinggal pergi Ruben Sanadi. Menariknya, nahkoda Persebaya, Aji Santoso, merupakan seorang palang pintu kiri semasa berkarier sebagai punggawa.

Persebaya Surabaya Mengadakan Latihan Perdana Hari Ini, Pelatih Bajol Ijo Mengakui Wajib Dihelat Tertutup

Persebaya Surabaya akhirnya menghelat latihan pertama mereka memulai musim 2021 di lapangan daerah Surabaya Utara, Kamis (04/03/2021). Tetapi, mereka memilih untuk menghelatnya secara tertutup tanpa akses untuk orang lain, termasuk awak media.

Juru racik Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menyebutkan kondisi wabah virus Corona ini tidak mudah buatnya untuk menghelat latihan. Makanya, pihak tim membatasi kedatangan pihak eksternal dalam acara skuat itu.

“Sementara ini masih tertutup karena kondisinya masih seperti ini,” kata pelatih asli Malang itu kepada Bola.com.

Sebelumnya, Persebaya sudah menghelat tes rapid antigen, Rabu (03/03/2021), sebagai persiapan untuk latihan pertama ini. Tetapi, sebanyak pilar masih belum berlabuh dan datang di Kota Pahlawan.

“Kami sudah tes antigen di asrama kemarin. Pemain masih belum lengkap, seperti Ricky Kambuaya yang baru datang Senin nanti. (Muhammad) Hidayat juga belum datang. Ada sekitar 4-5 pemain yang belum hadir,” imbuh Aji.

Kemungkinan pelatih asal Malang ini akan fokus dulu untuk memulihkan kondisi fisik para amunisi Bajol Ijo usai lama tidak berlatih secara kolektif. Tidak banyak porsi yang diberi supaya para punggawa mampu beradaptasi.

Sementara itu, eks nahkoda Persela Lamongan itu pula berupaya untuk segera memenuhi keperluan pilar demi berlaga di Piala Menpora 2021. Lini serang menjadi perhatian lantaran mengalami krisis stok punggawa.

“Dalam latihan saya lihat komposisi mana yang kurang, satu di antaranya pemain depan. Mungkin ada juga pemain baru yang kami datangkan,” ucap arsitek berlisensi AFC Pro itu.

Tidak banyak pemain depan yang dimiliki oleh tim asal Kota Pahlawan itu saat ini. Sebelumnya empat bomber milik Persebaya memilih angkat koper, yaitu David da Silva, Mahmoud Eid, Irfan Jaya, sampai Patrich Wanggai.

Pelatih Persebaya Surabaya Memberi Pesan Kalau Sayang Bajol Ijo, Bonek Jangan Datang ke Stadion

Arsitek Persebaya Surabaya, Aji Santoso mewanti-wanti kepada semua elemen pendukung, khususnya Bonek Mania untuk menaati aturan dari federasi dan Kepolisian yang bakal diberlakuan pada turnamen Piala Menpora 2021.

Terutama kalau nantinya ada regulasi yang melarang pendukung datang di stadion. Aturan itu, ujar pelatih asal Malang ini, wajib betul-betul ditegakkan lantaran menyangkut masa depan sepak bola Indonesia.

“Kalau mereka benar-benar mencintai timnya, kalau mereka suporter benar-benar mencintai sepakbola, benar-benar jangan hadir,” kata Aji Santoso.

“Karena saya sangat yakin ini sebagai test case, kalau Piala Menpora ini berjalan dengan baik saya yakin kompetisi akan berputar dengan dengan mudah,” tegas sosok yang juga memperkuat Persebaya ketika masih aktif bermain.

Sebaliknya, kalau event pramusim ini tidak berjalan dengan baik pasti bakal ada evaluasi. Padahal, para stakeholder telah berdarah-darah untuk kembali menghidupkan sepak bola Tanah Air.

Artinya, selama ajang Piala Menpora, para pendukung cukup memberikan dukungan dari rumah masing-masing. Mereka mampu melihat perjuangan klub kebanggaannya dari layar kaca.

”Saya berharap kalau Bonek mencintai Persebaya untuk kali ini benar-benar tidak usah hadir ke lapangan, mungkin bisa memberi support dengan doa memberi support dengan nonton televisi di rumah,” harap Aji Santoso.

”Karena nanti kalau seumpanya terjadi apa-apa, nggak muter lagi sepak bola di Indonesia banyak yang terkorbankan,” tandasnya.

Juru racik berusia 50 tahun itu, pendukung butuh menyadari bahwa turnamen kali ini diputar dalam kondisi extraordinary alias dalam keadaan luar biasa akibat wabah virus Corona. sehingga perlakuannya pula wajib berbeda.

Mulai Berlatih Bareng Persib, Achmad Jufriyanto Tidak Takut Bersaing Dengan Nick Kuipers dan Victor Igbonefo

Achmad Jufriyanto melakoni latihan pertama bareng Persib Bandung, Senin (01/03/2021), menyongsong pergelaran Piala Menpora 2021. Dia mengaku siap bersaing dengan dua palang pintu tumpuan Maung Bandung, Nick Kuipers dan Victor Igbonefo, untuk memperoleh tempat di skuat utama.

Pangeran Biru memutuskan memanggil pulang pemain asal Tangerang ini dari Bhayangkara FC usai masa peminjamannya berakhir.

Tenaga amunisi berusia 34 tahun itu diperlukan tim asal Kota Kembang ini usai melepas Fabiano Beltrame. Kedatangan sang bek tentu saja menjadi berita baik untuk sektor pertahanan Persib supaya tidak limbung ditinggal bek berusia 38 tahun tersebut.

Selama ini, duet sektor belakang Nick-Igbonefo selalu dipercaya nahkoda Robert Alberts pada musim 2020 yang baru memainkan tiga laga.

“Persaingan pasti iya, tapi sharing sesama posisi juga iya karena kami ini sebuah tim, jadi itu hal yang normal dan itu bisa membantu performa tim itu sendiri,” ujar Jupe sapaan akrab Achmad Jufriyanto dalam wawancara via zoom setelah latihan di Stadion GBLA, Kota Bandung, Senin (01/03/2021).

Bek berpostur tinggi 182cm ini mengakui kedatangan pilar bertahan yang masih muda amat apik buat Pangeran Biru. Sebagai pilar senior sang amunisi pula menjadi termotivasi.

“Jadi kami tidak bisa bersantai karena ada yang di bawah mengejar dan mereka (pemain muda) juga ingin ada di posisi tim utama, apalagi kompetisi sangat bagus untuk tim itu sendiri,” ungkap Jupe yang tetap mengenakan nomor punggung 16 ini.

Dalam persiapan menuju Piala Menpora, eks pemain Kuala Lumpur itu mengaku rintangan terbesar adalah masalah kebugaran lantaran sudah nyaris setahun cuma latihan mandiri. Fakta itu menjadi perhatian utama tiap pilar.

“Kebugaran pasti menjadi hal yang paling utama dan menjadi perhatian bagi pemain dan tim pelatih karena kami sudah lama tidak berlatih, aktivitas berkurang, massa otot juga berkurang, apalagi dalam waktu dekat ada turnamen,” ujar Jupe.

“Turnamen ini sudah kami tunggu-tunggu, tapi kami harus tetap hati- hati karena kebugaran kami belum 100 persen,” tambah pemain yang pernah membawa Persib juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015 ini.

Disinggung ada kesempatan menggantikan posisi Kim Jeffrey dan Omid Nazari yang memutuskan mundur dari Maung Bandung, mantan pemain Sriwijaya FC ini mengaku siap selama itu diperintah oleh skuat juru racik. “Keputusannya mutlak ada di tim pelatih, saya siap,” tegas Jupe.

eks pilar Timnas Indonesia U-23 itu menuturkan Piala Menpora amat disambut baik usai sepak bola lama mandek lantaran wabah virus Corona, tinggal menjaga bersama-sama atas kepercayaan dari pihak Kepolisian yang sudah mengeluarkan izin.

“Semoga ini bisa berlanjut sampai kompetisi jadi harapannya saat turnamen nanti digelar kalau bisa kepada seluruh suporter nonton di rumah saja. Jadi sama-sama menjaga protokol kesehatan yang diterapkan dan menjadi tanggung jawab kami sebagai pemain, pelatih, tim, dan ofisial juga, hingga bisa sampai ke kompetisi yang kami tunggu-tunggu,” ungkap Jupe.

Barito Putera Incar Pilar Persib, Djadjang Nurdjaman: Pokoknya Dia Penyerang, Jarang Tampil

Juru latih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman mengaku bakal merekrut beberapa pilar muda untuk persiapan event pramusim Piala Menpora, salah satu amunisi yang diincar adalah kekuatan Persib Bandung.

Tetapi, arsitek asal Majalengka ini belum mau terbuka siapa sosok amunisi Maung Bandung yang ingin direkrutnya dengan alasan belum ada kejelasan.

“Kami memang berencana mendatangkan satu sampai dua pemain baru, tapi lebih ke pemain binaan kami, satu lagi ada pemin Persib, tapi saya belum mau sebut namanya karena khawatir belum ada kesepakatan dengan manajemen, saya harus tanya dulu manajemen,” jelas Djanur saat dihubungi Bola.com, Minggu (28/02/2021).

Yang pasti lanjut, pelatih berusia 61 tahun ini, pilar-pilar anyar itu sudah diberikan ke manajemen, salah sautnya adalah pilar Pangeran Biru. “Sudah saya serahkan ke manajemen tapi belum ada informasi lagi,” ungkap Djanur.

Tetapi, mantan nahkoda Persib Bandung itu mengaku amunisi tim asal Kota Kembang ini yang diincarnya itu terbilang masih muda dan jarang main di Maung Bandung. “Posisinya depan, dia jarang main juga di Persib, tunggu saja, nanti kalau sudah sepakat dikabari,” ucap Djanur.

Laskar Antasari sendiri lanjut eks pelatih Persebaya Surabaya ini konsepnya bakal mulai berlatih pada pekan depan, tepatnya pada tanggal 7 Maret 2021. “Rencananya kami mulai latihan minggu depan, sekitar tanggal 7 mulai latihan,” ucap pelatih yang pernah membawa Persib juara ISL 2014 ini mengakhiri.

Piala Menpora sendiri konsepnya bakal digulirkan pada 20 Maret – 25 April 2021, tetapi sampai saat ini PSSI dan PT LIB selaku pelaksanaan sampai saat ini belum mengeluarkan jadwal dan pembagian grup.

Di sisi lain, beberapa pilar yang diisukan menuju Maung Bandung masih belum ada keterangan resmi dari manajemen. Sebut saja, Rizky Pellu, Stefano Lilipaly, Irfan Jaya, dan Hanif Syahbandi sampai Ferdinand Sinaga merupakan amunisi-amunisi yang diisukan bakal menuju ke Pangeran Biru.

Tetapi, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono tidak mau mengungkapkan siapa saja punggawa yang bakal digaet ke klub kebanggaan Bobotoh itu.

“Biarkan saja rumor itu, sampai ada statemen dari official, baru bisa dipercaya,” cetus Teddy sambil tersenyum saat dihubungi Bola.com, Minggu (28/02/2021) malam.

Persija Jakarta Merancang Persiapan Untuk Bermain di Piala Menpora 2021

Persija Jakarta mulai merancang menu untuk persiapan bermain di Piala Menpora 2021. Macan Kemayoran diacarakan memulai latihan pada Senin (01/03/2021) di Lapangan POR, Sawangan.

Klub kebanggaan Jakmania ini telah mulai mengumpulkan punggawa satu hari sebelumnya pada Minggu (28/02/2021). Usai itu, para amunisi bakal melakoni serangkaian tes kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Corona.

Presiden Macan Kemayoran, Mohamad Prapanca, menyebutkan klubnya semangat untuk mengikuti Piala Menpora 2021. Faktor itulah yang membikin Persija bakal segera menyiapkan skuat supaya bisa bersaing pada event pramusim itu.

“Persija menyambut baik gelaran Piala Menpora 2021. Mengingat waktu kickoff yang sudah tidak terlalu lama lagi, maka kami memutuskan untuk segera memanggil kembali para pemain dan ofisial tim ke Jakarta, agar segera dapat mempersiapkan diri,” kata Mohamad Prapanca seperti dikutip situs resmi klub, Sabtu (27/02/2021).

Piala Menpora 2021 menjadi aktivitas sepak bola perdana yang resmi dihelat sejak wabah virus Corona melanda Indonesia pada Maret 2020. Prapanca berkeinginan, event itu mampu berlangsung lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kami berharap Piala Menpora ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Agar turnamen ini dapat menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Indonesia, setelah sekian lama terlelap karena pandemi virus corona,” ujar Prapanca.

“Dengan segala keterbatasan kita memang harus mencoba, saya yakin kita pasti bisa dan sepakbola Indonesia akan bangkit lagi,” tegas Prapanca yang menjabat sebagai Presiden Persija Jakarta sejak Januari 2020 itu.

Piala Menpora 2021 bakal dihelat pada empat kota di Tanah Air. Penempatan wilayah bakal disesuaikan dengan asal tim untuk meminimalisir pergerakan klub.

Turnamen pramusim ini pula akan menjadi tolok ukur bagi Kepolisian untuk mengizinkan pergelaran Liga 1. Artinya, Piala Menpora akan menjadi simulasi dari penerapan protokol kesehatan yang ketat pada laga sepak bola.

Nasib kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia bakal ditentukan dari kesuksesan Piala Menpora 2021. Event pramusim ini diinginkan mampu memenuhi segala persyaratan yang diinginkan Polri supaya Liga 1 mampu bergulir pada pertengahan tahun ini.

Kurniawan Kartika Ajie Resmi Angkat Koper Dari Arema FC

Manajemen Arema FC baru-baru ini lega usai memastikan penjaga gawang utamanya, Teguh Amiruddin bertahan Jumat (26/02/2021). Tetapi Sabtu (28/02/2021) pagi, justru ada penjaga gawang lain yang pamit, yaitu Kurniawan Kartika Ajie.

Kiper berusia 24 tahun ini sesunggunya masih dalam penyembuhan pasca operasi lutut. Meski begitu sang penjaga gawang masuk dalam daftar pilar yang dipertahankan.

Dia pula pernah dipanggil mengadakan negosiasi di kantor manajemen Singo Edan pekan lalu. Klub asal Malang itu sepertinya sangat yakin penjaga gawang asal Balikpapan ini bakal bertahan. Lantaran sang kiper sudah menikah dan punya rumah di Malang.

“Terimakasih 3 tahunmu Arema FC. Semoga kita bisa ketemu lagi dalam keadaan normal semuanya. Sukses buat Arema,” tulis Ajie di akun instagramnya.

Ketika dikonfirmasi, kiper berpostur tinggi 182cm itu belum memberi jawaban alasan dan konsep kedepannya seperti apa. Tim kebanggaan Aremania ini sendiri berencana menggaet penjaga gawang asal Australia.

Sehingga wajib ada penjaga gawang yang memang berpisah dengan Arema. Sebelum eks kiper Persiba Balikpapan ini mundur, Singo Edan memiliki 4 penjaga gawang: Teguh Amiruddin, Kartika Ajie, Utam Rusdiana dan Andriyas Francisco.

Dari segi keadaan, mantan kiper Timnas Indonesia U-23 itu masih belum mampu latihan di Lapangan. Dia masih rutin melakoni penguatan otot dengan fisioterapi Arema.

Diperkirakan beberapa bulan ke depan dia mampu merumput lagi di lapangan. Sesungguhnya banyak Aremania yang ingin dia bertahan di Malang. Lantaran Kartika Ajie sebagai salah satu penjaga gawang potensial di Indonesia. Dia pernah menjadi tumpuan Timnas Indonesia U-23 beberapa waktu lalu.

Unggahan kiper bernomor punggung 96 itu di Instagram dibanjiri komentar dengan nada kaget dari pendukungnya. “What?? Demi kiper asing kok Ajie jadi korban,” tulis Andro Nikhus, fans Arema.

Banyak yang menduga pamitan Kartika Ajie dari Singo Edan lantaran konsep manajemen menggaet penjaga gawang asing. Sehingga peluang tampil untuknya mampu semakin sedikit.

Borneo FC Mendatangkan Amer Bekic Dari Bosnia, Karantina Dulu di Jakarta

Borneo FC belum mandek memberi kejutan menyongsong bergulirnya turnamen pramusim Piala Menpora. Kali ini, tim asal Samarinda itu memberitahukan kehadiran legiun asing anyar.

Nama impor yang dimaksud adalah Amer Bekic. Sang pemain dikontrak masa bakti satu tahun dengan klausul penambahan.

Pesut Etam memproyeksikan pemain asal Bosnia dan Herzegovina ini sebagai pengganti Francisco Torres yang angkat koper ke Liga Bangladesh saat Liga 1 vakum.

“Untuk menambah kekuatan lini depan, kami mendatangkan Amer Bekic dari Bosnia dengan durasi kontrak semusim plus perpanjangan kontrak,” kata Presiden Borneo FC, Nabil Husein, dinukil dari laman klub.

Amunisi berpostur tinggi 186cm itu sudah berangkat dari Bosnia pada Rabu (24/02/2021) dan setibanya di Indonesia tidak bakal langsung berlabuh dengan Pesut Etam. Dia wajib dikarantina lebih dulu.

“Kemarin dia berangkat dari Bosnia dan nanti setibanya di Jakarta, dia akan menjalani isolasi lebih dulu,” imbuh Nabil Husein.

Lahir di Tuzla, Bosnia, pada 5 Agustus 1992, pemain berusia 28 tahun ini banyak menghabiskan kariernya di kampung halamannya.

Sejak memulai kiprahnya pada 2010, pemain kelahiran 5 Agustus 1992 itu cuma satu kali berkancah di luar negeri, yaitu Kazakhstan, pada 2017-2018. Saat itu, ia memperkuat Tobol Kostonay.

Berdasarkan rangkuman Transfermarkt, Amer Bekic sudah menganggur selama tujuh bulan alias sejak Juli 2020 sebelum dikontrak oleh Pesut Etam. Tim terakhirnya adalah Sloboda Tuzla di Bosnia.

Eks Pelatih Timnas Indonesia Kembali ke Bhayangkara Solo FC

Cinta lama antara Simon McMenemy bareng Bhayangkara Solo FC belum berakhir. Keduanya kembali menjalin hubungan, kali ini dengan status yang berlainan.

Kalau sebelumnya pria asal Skotlandia ini identik dengan posisi juru racik, kali ini ia bakal menduduki jabatan sebagai Direktur Teknik The Guardian.

“Betul, coach Simon McMenemy kembali ke Bhayangkara Solo FC sebagai direktur teknik,” kata manajer Bhayangkara Solo FC, I Nyoman Yogi Hermawan kepada Bola.com, Rabu (24/02/2021).

Pria berusia 43 tahun itu pula sudah berlabuh dengan Bhayangkara Solo FC di Solo. Pada Rabu (24/02/2021) pagi WIB, sang pria memosting potret tiket pesawat menuju Kota Batik tersebut.

Lantas, apa yang membikin The Guardian sulit move on dari eks pelatih Loyola Meralco Sparks ini sehingga memutuskan untuk menerimanya kembali?

“Simon McMenemy sangat memahami karakter pemain dan permainan Bhayangkara Solo FC. Beliau sudah seperti keluarga. Semoga dengan kehadiran Simon, prestasi tim akan meningkat,” tutur Yogi.

Kehadiran mantan arsitek Timnas Indonesia itu tidak mengganggu posisi Paul Munster. Pelatih berusia 39 tahun tersebut tetap bakal menukangi The Guardian untuk musim 2021.

“Paul Munster masih menjadi pelatih kami untuk musim ini,” jelas Yogi.

Mantan pelatih Mitra Kukar ini sempat dua tahun menangani Bhayangkara Solo FC pada 2017-2018. Dalam periode itu, sang nahkoda sukses mempersembahakan trofi Liga 1 2017.

Dari The Guardian, Simon McMenemy melatih Timnas Indonesia pada 2018-2019. Lantaran, karier kepelatihannya cuma seumur jagung. Dia didepak pada November 2019 lantaran penampilan tidak bagus di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.