Teddy Tjahjono Mengapresiasi Penampilan Persib Bandung di Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021

Persib Bandung belum terkalahkan dalam dua partai yang sudah dilalui dalam turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Maung Bandung bisa tampil seri 1-1 dengan Bali United dan menang 3-1 atas Persita Tangerang.

Dalam dua partai yang sudah dilalui tim asal Kota Kembang itu diapresiasi Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Teddy Tjahjono, saat dijumpai di Graha Persib, Rabu (31/03/2021).

Menurutnya, petikan positif dalam dua pertandingan Grup D Piala Menpora 2021 itu justru di luar dugaan. Alasannya lantaran Pangeran Biru cuma mengadakan persiapan selama sekitar dua pekan sehingga sasaran yang diusung dalam turnamen ini pun tidak tinggi-tingi.

Maung Bandung cukup memerlukan hasil seri saat meladeni Persiraja Banda Aceh pada Jumat (02/04/2021) untuk mampu lolos ke babak delapan besar turnamen pramusim ini.

“Sebenarnya semua tim memiliki persiapan yang hampir sama, yaitu sekitar dua pekan, kecuali Bali United yang sudah melakukan persiapan selama dua bulan. Tapi, melihat strategi Robert Alberts, semua pemain diberikan kesempatan bermain, jadi mendapatkan kesempatan yang sama, ya hasil ini di luar dugaan saya,” ujar Teddy Tjahjono.

Tetapi, Teddy Tjahjono bersyukur dengan hasil dua partai yang dilalui tim kebanggaan Bobotoh ini di turnamen pramusim Piala Menpora 2021 ini. Apalagi tujuan Pangeran Biru mengikuti turnamen itu cuma sebagai persiapan dan pemanasan memandang Shopee Liga 1 2021.

“Dari awal kami tidak pernah ada target menjadi juara Piala Menpora. Ajang ini kami pakai supaya pemain bisa bermain lagi, berlatih lagi, kemudian bisa mengembalikan staminanya, fisiknya, mengembalikan gairah bermain sepak bola, mengembalikan sentuhan, jadi lebih seperti itu,” ujar Teddy.

“Kemudian ternyata hasilnya seperti ini. Imbang sekali, menang sekali, nanti Jumat main lagi. Kalau sampai lolos, ya kami bersyukur saja,” lanjutnya.

Berbincang masalah kemungkinan bonus untuk para pilar Maung Bandung, Teddy Tjahjono mengaku belum menyiapkan apapun. “Belum tahu. Kami bicara nanti saja kalau sudah terjadi (juara),” seloroh Teddy sambil tersenyum.

Tidak Ingin Kecurian di Piala Menpora 2021, Bhayangkara Solo FC Mewaspadai Skema Bola Mati Persija Jakarta

Nahkoda Bhayangkara Solo FC, Paul Munster, menyebut klubnya akan mengantisipasi skema bola mati yang menjadi keunggulan Persija Jakarta pada matchday terakhir Grup B Piala Menpora 2021, Rabu (31/03/2021).

Duel meladeni Macan Kemayoran amat krusial buat The Guardian di turnamen pramusim ini. Bhayangkara Solo FC harus memetik kemenangan untuk mampu lolos ke babak delapan besar.

Tetapi, faktor itu tidak bakal gampang mengingat tim kebanggaan Jakmania itu pula mengusung misi yang sama. Situasi inilah yang membikin duel di Stadion Kanjuruhan, Malang akan berlansung alot dan tensi tinggi.

“Persija punya kekuatan saat melakukan set piece, karena mereka punya banyak pemain tinggi. Pastinya saya sudah paham soal itu dan sudah menyiapkan antisipasinya,” kata Paul Munster.

“Saya sudah mempersiapkan itu juga antisipasi dan para pemain sudah mengetahui di mana kekuatan Persija dan juga kelemahannya. Bagaimana mengatasi mereka. Jadi sudah saya berbagi informasi kepada pemain untuk mengatasi,” tegas pelatih asal Irlandia Utara itu.

Saat ini, The Guardian berada di posisi kedua klasemen sementara Grup B Piala Menpora 2021 dengan petikan empat angka. Anda bisa menumbangkan Macan Kemayoran, Andik Vermansyah dan rekan-rekan. berkesempatan lolos dengan status juara grup.

Laga ini bakal menjadi perjumpaan ke-11 untuk kedua klub. Sejauh ini, kekuatan antara The Guardian dan Macan Kemayoran berimbang.

Tim besutan Paul Munster ini dan skuat asuhan Sudirman itu masing-masing memenangkan tiga perjumpaan, dan empat duel sisanya berakhir seri. Faktor inilah yang membikin partai nanti bakal sulit diperkirakan.

Macan Kemayoran yang saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup B turnamen pramusim ini pula dalam tekanan. Persija harus memetik kemenangan kalau ingin terus melaju dalam Piala Menpora 2021.

Stefano Cugurra Teco Sanjung Penampilan Rizky Pellu di Piala Menpora 2021: Dia Tidak Ada Gentarnya

Nahkoda Bali United, Stefano Cugurra Teco, menyanjung penampilan Rizky Pellu di Piala Menpora 2021. Sang pemain disebutnya bermain garang di atas lapangan.

Pemain asal Kota Ambon ini tampil dari menit awal saat Serdadu Tridatu menaklukan Persiraja Banda Aceh dengan kedudukan 2-0, pada duel kedua Grup D turnamen pramusim ini di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (29/03/2021).

Gelandang berusia 28 tahun itu berkontribusi besar terhadap kemenangan tim asal Pulau Dewata ini. Sang pilar melesakkan brace kedua klubnya pada menit ke-19.

Usai tampil sebagai pengganti pada laga sebelumnya, nahkoda asal Brasil itu menurunkan eks pilar PSM Makassar ini menjadi starter. Sang amunisi diplot untuk mengawal winger asing Laskar Rencong, Ousmane Fane.

“Saya memasang Rizky Pellu dan saya pikir Persiraja memainkan gelandang asing mereka yang tinggi dan cepat. Saya membutuhkan pemain untuk berduel sama dia,” kata Teco pada konferensi pers setelah pertandingan.

“Rizky Pellu adalah pemain yang kuat dan dia juga tidak takut dengan pemain lawan,” tutur mantan arsitek Persija Jakarta itu.

Pada duel itu, mantan pelatih Persija Jakarta itu memainkan tiga winger bertahan sekaligus. Selain Rizky Pellu, sang arsitek memasang Hariono dan Fadil Sausu.

Dari tiga lini tengah bertipe mirip tersebut, juru latih berusia 46 tahun ini memilih untuk mendorong winger berpostur tinggi 177cm itu sedikit ke depan untuk membantu serangan.

“Saya pikir dia bermain bagus dan mencetak gol. Ini sepak bola. Yang penting tim menang,” jelas Teco.

Jadwal Bali United:

2 April 2021

Matchday Ketiga Grup D

Persita Tangerang Vs Bali United

Stadion Maguwoharjo, Sleman

Kick-off 15.15 WIB

Live Indosiar dan Vidio

Klasemen Sementara Grup C Piala Menpora 2021 Persebaya Surabaya Sukses Mengkudeta Madura United Dari Puncak Klasemen

Persebaya Surabaya melakukan perebutan kekuasaan Madura United dari pemimpin klasemen Grup C Piala Menpora 2021. Kemenangan pada matchday kedua menjadi penyebabnya.

Bajol Ijo berhasil menaklukkan Laskar Sape Kerrab dengan skor 2-1 pada duel kedua Grup C di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (28/03/2021) malam WIB.

Tim asal Kota Pahlawan ini sekarang berstatus pemimpin Grup C dengan enam angka. Tim besutan Aji Santoso itu unggul tiga poin atas klub asal Pulau Garam ini selaku pesaing paling dekatnya.

Sementara itu, Persela Lamongan tertahan di posisi ketiga Grup C. Usai tampil seri meladeni PSS Sleman pada hari yang sama, klub asal Kota Soto ini memetik satu angka dari satu pertandingan.

Super Elang Jawa, yang pula memiliki poin sama dengan Persela, terpaksa terpuruk di posisi keempat lantaran takluk selisih gol. Persik Kediri yang baru tampil satu kali, terbenam di dasar klasemen dengan nihil angka.

Minggu (28/03/2021)

PSS Sleman 0-0 Persela Lamongan

Madura United 1-2 Persebaya Surabaya

(Slamet Nurcahyo 47′ – Ady Setiawan 11′, Rendi Irwan 72′)

Coba-Coba Punggawa Muda, Mario Gomez Memikul Tanggung Jawab Tersingkir dari Piala Menpora 2021

Nahkoda Borneo FC Samarinda, Mario Gomez, berdalih Piala Menpora 2021 adalah ajang buat coba-coba amunisi muda. Tetapi, ia menerangkan siap memikul tanggung jawab lantaran dipastikan tersingkir dari event pramusim itu.

Pesut Etam mengalami kekalahan kedua di Grup B Piala Menpora 2021. Klub asal Samarinda itu takluk telak 0-4 dari Persija Jakarta dalam duel kedua yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (27/03/2021).

Sebelumnya, Pesut Etam menelan kekalahn tipis 0-1 dari Bhayangkara Solo FC. Ini membikin mereka jadi klub pertama yang tersisih di penyisihan turnamen pramusim ini.

Tetapi nahkoda Borneo FC, Mario Gomez tidak diambil pusing dengan faktor ini. “Seperti saya katakana sebelumnya, turnamen ini kami berikan kesempatan main untuk pemain muda. Dan saya yang bertanggung jawab karena saya yang menentukan komposisi tim di lapangan,” kata pelatih asal Argentina ini.

Dari evaluasi musuh Macan Kemayoran, pelatih asal Argentina ini memang kecewa dengan kekalahan empat gol tanpa balas. Tetapi dia melihat penampilan punggawa muda seperti M. Sihran, Komang Teguh, Ahmad Surahman, dan lainnya sudah lumayan.

“Babak pertama permainan sudah lumayan. Tapi kami akui menurun di babak kedua. Tapi perlu diingat, kami tidak bermain dengan Amer Bekic dan Hendro Siswanto,” kata Gomez lagi.

“Saya tegaskan kalah 0-4 memang tidak enak. Tapi secara keseluruhan puas dengan kesempatan main bagi pemain muda di Piala Menpora ini,” sambung mantan pelatih Arema FC ini.

Di gelaran ini, Pesut Etam masih menyisakan satu duel terakhir musuh PSM Makassar 31 Maret mendatang. Duel ini memang tidak menentukan lagi, tapi eks pelatih Persib Bandung itu masih serius menyiapkan skuat.

Mario Gomez menuturkan, pada duel pamungkas babak grup melawan Juku Eja, ia akan memainkan susunan pilar terbaik.

“Untuk laga terakhir, kami akan pilih 11 pemain terbaik. Tidak akan mencoba-coba lagi. Dan apapun hasilnya, saya yang akan bertanggung jawab. Karena saya menentukan komposisi pemain sejak awal,” sambungnya.

Catatan miring diperoleh Pesut Etam selama turnamen pramusim ini, setidaknya sampai dua laga yang sudah mereka dilalui.

Selain kemasukan lima gol, Borneo FC masih mandul dalam urusan membobol gawang musuh. Ini menjadi pekerjaan rumah buat manajemen klub membenahi penampilan sebelum Liga 1.

Ketidakhadiran playmaker mumpuni jadi tugas perdana menyoal tumpulnya sektor serang. Lalu, perbaikan di sektor pertahanan pula meski diperbaiki.

Membawa 26 Punggawa, Persiraja Banda Aceh Dibela 3 Pilar Asing di Piala Menpora

Pelan tapi pasti. Begitulah persiapan Persiraja Banda Aceh ke pentas Piala Menpora 2021. Tim besutan Hendri Susilo ini tidak main-main meladeni turnamen pramusim kali ini.

Mereka membawa 26 pilar. Yang mengagetkan, Persiraja bakal dibela tiga punggawa asing. Mereka wajah lama musim lalu Samir Ayass (Lebanon), Ousmane Fane (Prancis), dan Gabriel do Carmo (Brasil). Nama terakhir merupakan eks pemain Persela Lamongan.

Manajer Laskar Rencong, Sudarman mengungkapkan tiga legiun asing itu bakal berlabuh di Yogyakarta. Pasalnya mereka ada sedikit rintangan pada visa. Sehingga ketiganya tidak mampu berlabuh dengan pilar ketika latihan di Aceh.

“Kami akan memakai tiga pemain asing di Piala Menpora, yakni Ousmane Fane, Gabriel do Carmo dan Samir Ayass,” kata Sudarman.

Sudarman yang pula nahkoda anyar di deretan petinggi tim menerangkan di antara 26 amunisi itu pula ada sosok muda yang dipromosikan dari Persiraja Banda Aceh U-20.

“Ada 23 pemain yang berangkat dari Aceh. Kami juga promosikan talenta muda untuk menambah jam terbang merek,” ujarnya.

Sudarman berkeingina dukungan dan doa dari masyarakat Aceh supaya Laskar Rencong mampu bermain maksimal dalam turnamen pramusim ini dan mampu memetik kemenangan di tipa laga.

“Tetap dukung Persiraja dengan menonton di rumah. Mohon doa dan dukungannya untuk tim Persiraja,” jelasnya.

Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani ditemani mengungkapkan Laskar Rencong bakal berangkat ke Yogyakarta, Senin (22/03/2021).

“Alhamdulillah kondisi pemain keadaan fit dan siap tampil,” kata Rahmat.

Piala Menpora 2021, ujar Rahmat, merupakan ajang bagi Laskar Rencong untuk menyeleksi para punggawa yang diproyeksikan pada gelaran Liga 1 2021.

“Pemain saat ini hanya untuk Piala Menpora, jadi ini juga jadi ajang seleksi bagi manajemen untuk mencari pemain,” jelasnya.

PSM Makassar Buka-bukaan Alasan Tidak Jadi Menggunakan Wiljan Pluim dan Boaz Salossa di Piala Menpora 2021

PSM Makassar menjadi satu-satunya klub yang murni mengandalkan amunisi lokal di Grup B Piala Menpora 2021. Sejatihnya, tim asal Makassar ini masih punya satu pilar asing yang masih terikat masa kerja yaitu Wiljan Pluim, tapi sang pemain masih berada di Belanda, negara asalnya.

Dengan durasi persiapan yang cuma tersisa selama dua pekan, manajemen Juku Eja memutuskan tidak menghadirkan pemain berusia 32 tahun ini untuk membela klub di Piala Menpora 2021. Faktor itu diungkapkan juru racik PSM Makassar, Syamsuddin Batola, pada sesi jumpa media satu hari menjelang meladeni Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (22/03/2021).

“Sejujurnya, sebagai pelatih saya tentu lebih senang kalau Pluim bisa bergabung dengan tim. Kan semua sudah tahu kualitas dan kontribusi Pluim di PSM. Tapi, saya juga memahami alasan manajemen,” kata Syamsuddin, Minggu (21/3/2021).

Tanpa pemain asal Belanda ini, Syamsuddin bakal memaksimalkan peran barisan winger yang ada seperti Rasyid Bakri, M. Arfan, dan Sutanto Tan. Sang arsitek pula mampu menurunkan dua striker sayapnya, Zulham Zamrun dan Yakob Sayuri bergeser ke dalam.

Opsi ini sudah dilakukan Syamsuddin pada sejumlah sesi gim internal Juku Eja di Lapangan Bosowa Sports Centre. Bagi sang nahkoda, tanpa kedatangan sang kapten memang berdampak pada kualitas serangan PSM Makassar.

Tetapi, dengan Rasyid Bakri atau Sutanto yang bergantian membantu serangan, performa PSM Makassar mampu lebih dinamis dan bertenaga.

“Saya sudah tekankan kepada pemain, bahwa PSM Makassar ke Malang bukan sekadar berpatisipasi di Piala Menpora 2012. Kami juga ingin menang di setiap laga,” tegas Syamsuddin.

Pada peluang itu, Syamsuddin pula menjawab pertanyaan isu Juku Eja bakal dibela Boaz Salossa di Piala Menpora 2021.

“Rumor itu memang santer beredar di kalangan suporter dan media. Apalagi, Persipura Jayapira memang tak berpartisipasi di ajang ini. Tapi, faktanya, Boaz tak bersama kami di Malang. Jadi, saya fokus saja dengan materi pemain yang ada,” kata Syamsuddin.

Seperti gelandang berpostur tinggi 193cm ini, pelatih PSM Makassar ini pula tanpa sungkan berkeinginan bomber berusia 35 tahun itu mampu bareng Juku Eja. Tapi sejalan dengan mulainya Mutiara Hitam mengadakan persiapan meladeni Piala AFC 2021, Syamsuddin akhirnya memilih realistis.

“Boaz adalah milik Persipura yang tentu membutuhkan tenaganya,” pungkas Syamsuddin.

Barito Putera Dibela 2 Pilar Asing di Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021

Barito Putera memastikan bakal memakai dua legiun asing yang tengah trial saat bermain di Piala Menpora 2021. Satu di antaranya pilar yang membela tim asal Banjarmasin ini pada musim lalu, yaitu Cassio de Jessus.

Sementara satu lainnya adalah Bissa Donald, amunisi asal Pantai Gading yang pula sempat berkarier di Indonesia beberapa tahun lalu.

Faktor itu disampaikan langsung oleh nahkoda Laskar Antasi, Djadjang Nurdjaman. Sang pelatih menuturkan kedua pilar asing itu tengah melakoni trial untuk memenuhi kuota legiun asing kalau Liga 1 2021 betul-betul dihelat.

“Kami akan memakai dua pemain asing yang sedang trial. Selebihnya adalah pemain muda yang sudah kami siapkan untuk Piala Menpora ini. Dua pemain itu satu di antaranya adalah mantan pemain kita, Cassio,” ujar Djadjang Nurdjaman dalam sesi jumpa pers di Hotel The Royal Surakarta Heritage, Sabtu (20/03/2021).

Tentang persiapan skuat, nahkoda asal Majalengka itu memastikan persiapan klub berjalan dengan lancar meskipun baru sebulan berlatih bareng secara intens.

Satu faktor yang pasti, pelatih berusia 61 tahun ini menuturkan Laskar Antasari menatap turnamen pramusim ini dengan keinginan bahwa sepak bola Indonesia mampu kembali berjalan lancar dan bangkit lagi.

“Kalau persiapan jelas tidak ideal karena memang kami baru menyiapkan tim satu bulan. Tapi, sekarang kami tidak bicara ideal atau tidak. Kami berharap Piala Menpora berjalan lancar dan juga bisa menjadi bukti kebangkitan sepak bola Indonesia,” ujar Djanur.

Mulai Memimpin Latihan PSIS Semarang, Pelatih Mahesa Jenar Lega Melihat Perkembangan Para Punggawa

PSIS Semarang akhirnya kembali dipimpin oleh juru latih kepala Dragan Djukanovic dalam persiapan meladeni Piala Menpora 2021. Sang arsitek mendatangi TC anak didiknya di Stadion Citarum, Jumat (19/03/2021).

Ini sekaligus menjadi peluang perdana baginya untuk memimpin Mahesa Jenar berlatih sejak pulang ke kampung halaman di Serbia. Nahkoda berusia 51 tahun itu pula sebelumnya sudah mendarat di Indonesia sejak akhir pekan lalu, tapi lebih dulu melakoni masa karantina di Jakarta.

Usai tuntas melakoni karantina selama lima hari di Jakarta, pelatih kelahiran Montenegro ini hadir di Kota Semarang dan langsung memimpin anak didiknya berlatih. Dalam sesi latihan ini, Hari Nur Yulianto dan rekan-rekan. melakoni gim internal sebelum bertolak ke Solo.

Kesan perdana kembali melihat anak didiknya berlatih, mantan pelatih Borneo FC itu mengaku secara umum keadaan fisik pilarnya memang belum maksmial. Tetapi, ia optimistis para amunisinya bakal terus memperlihatkan peningkatan, terutama ketika laga di turnamen pramusim ini nanti.

“Sangat normal kalau fisik belum kembali ke kondisi 100 persen. Nanti akan kami tingkatkan lagi, step by step, hari ke hari. Harapannya di kompetisi resmi para pemain sudah siap 100 persen,” terang pelatih PSIS Semarang itu.

Tim besutan Dragan Djukanovic itu terlabuh di Grup A Piala Menpora 2021 yang terpusat di Stadion Manahan. Mereka wajib bersaing dengan Arema FC, Persikabo 1973, dan Barito Putera.

Untuk duel perdananya, Mahesa Jenar bakal bersua dengan Laskar Antasari, Minggu (21/03/2021). Sebelumnya, manajemen tim asal Kota Atlas ini tidak mematok sasaran tinggi di gelaran pramusim ini, tapi lebih untuk melihat persiapan ajang.

Bagi eks nahkoda Sindelic Beograd itu, turnamen Piala Menpora 2021 mampu dimanfaatkan sebagai medan adaptasi untuk para pilarnya usai enam bulan lebih vakum mengadakan kegiatan bareng klub.

“Tentu Piala Menpora 2021 cukup bagus untuk kita. Para pemain bisa adaptasi lagi dengan atmosfer pertandingan setelah sekian lama tidak berlatih. Saya juga ingin pemain enjoy dalam menjalani turnamen besok,” jelas Dragan Djukanovic.

Yakob Sayuri Berlabuh, PSM Makassar Semakin Penuh Harapan Bersaing di Piala Menpora 2021

Kedatangan Yakob Sayuri dalam sesi latihan skuat membikin PSM Makassar semakin penuh harapan menatap persaingan di Piala Menpora 2021. Khususnya di Grup B yang diduduki Bhayangkara Solo FC, Borneo FC, dan Persija Jakarta. Keyakinan itu diungkap arsitek tim asal Makassar ini, Syamsuddin Batola, usai memimpin latihan timnya di Lapangan Bosowa Sports Centre, Kamis (18/03/2021).

Menurut Syamsuddin, kedatangan pemain berusia 23 tahun itu memberi opsi lebih di posisi sayap dan winger bertahan. Selain sang pilar, masih ada Zulham Zamrun yang pula mampu berperan ganda di Juku Eja.

“Kita lihat saja perkembangannya. Bagi saya, materi pemain yang ada sudah cukup untuk bersaing di Piala Menpora 2021. Begitu pun dengan rotasi pemain pada pertandingan nanti,” terang Syamsuddin.

Pada sesi gim internal selama ini, Syamsuddin memainkan amunisi asal Ternate ini sebagai winger serang sebagai antisipasi kepergian Rizky Pellu. Sementara posisi Zulham di sisi sayap kanan dijalani ‘pelari cepat’ tim PSM Makassar, Rizky Eka Pratama.

Dengan Rizky Eka di kanan serta punggawa berpostur tinggi 170cm itu di kiri, dua sisi sayap Juku Eja bisa jadi momok menakutkan buat pilar belakang musuh.

Apalagi jika Patrich Wanggai bermain optimal sebagai bomber tunggal sekaligus ‘tembok’ buat sektor kedua. Keseimbangan Juku Eja pula lebih terjaga lantaran di sektor tengah diisi duet winger tengah bertenaga dan petarung yaitu Rasyid Bakri dan M. Arfan.

Ketika ditemui di lokasi yang sama, pemain bernomor punggung 22 ini menerangkan alasan dirinya tidak langsung berlabuh dalam latihan Juku Eja usai melakoni TC Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021.

“Saya pulang dulu ke Papua untuk menemui keluarga. Sebelumnya, saya sudah berkomunikasi langsung dengan Pak Appi (Munafri Arifuddin, CEO PSM),” ungkap Yakob.

Eks punggawa Barito Putera itu pun menerangkan tetap menjaga keadaannya selama di kampung halaman. Terkait dengan masa depannya di Juku Eja. Sang pilar mengaku belum membicarakannya dengan manajemen PSM Makassar.

“Saya ingin fokus dulu di Piala Menpora 2021. Saya ingin membawa PSM tampil optimal di Malang nanti,” tegas Yakob.

Bagi mantan amunisi Persewar Waropen ini, Piala Menpora 2021 jadi motivasi tersendiri. Pasalnya, untuk kali perdana, ia mampu bermain di klub Liga 1 bareng saudaranya, Yance Sayuri. “Saya bilang ke Yance ini kesempatan yang baik bisa tampil di level atas,” pungkas Yakob.